SuarIndonesia – Menghadirkan komunikasi dua arah antara institusi Kejaksaan dan masyarakat. Di satu sisi masyarakat memperoleh solusi dan pencerahan terkait permasalahan hukum yang dihadapi, jemudian, kejaksaan mendapat banyak masukan.
“Ini program Jaksa Menyapa yang dilaksanakan di Radio Sanggam Balangan Kabupaten Balangan Provinsi Kalsel,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balangan, Fajar Gurindro, ST. SH. MH melalui Kasi Intelijen, Dimas Satria Putra, SH.
“Semua berlangsung Kamis (21/3/ 2024) dengan kegiatan Tallk Show Program Jaksa Menyapa,” tambah Dimas Satria Putra didampingi Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Balangan, Koko Roby Yahya, SH, Jaksa Fungsional Bidang Tindak Pidana Umum, Varratisthana Bintang Alexa, SH.
Tallk Show Program Jaksa Menyapa bertema “Melindungi Perempuan dan Anak – Menjaga Masa Depan yang Lebih Baik”.
Narasumber menyampaikan bahwa negara hadir menjamin dan melindungi anak dan perempuan, serta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang.
Dengan begitu, anak dan perempuan dapat berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.
Program ini juga dimaksudkan untuk menghadirkan komunikasi dua arah antara institusi Kejaksaan dan masyarakat. Disampaikan beberapa hal sebagai berikut perlindungan perempuan dan anak.
“Isu yang sangat penting dalam masyarakat kita saat ini. Kita sering mendengar berita tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik di rumah, di sekolah, maupun di tempat kerja.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah perlindungan perempuan dan anak masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya yang lebih serius dari semua pihak untuk melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, ucap narasumber.
Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya merugikan individu perempuan yang menjadi korban, tetapi juga merusak tatanan sosial dan budaya di masyarakat.
Karena itu, perlu ada upaya yang lebih serius untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi perempuan dari segala bentuk kekerasan.
Selain penyampaian materi, juga dilaksanakan sesi tanya jawab dari masyarakat melaui Whatsapp App milik Radio Sanggam Balangan. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















