KKKS Diminta Percepat Eksploitasi Guna Penuhi Target APBN

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility atau ORF) Jangkrik, Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA/Novi Abdi)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility atau ORF) Jangkrik, Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA/Novi Abdi)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas, Eni untuk mempercepat eksploitasi di sumur-sumur yang sudah berada di tahapan eksplorasi dari semula terjadwal 2029 menjadi 2028.

“Percepatan ini untuk membantu meningkatkan jumlah lifting migas kita,” kata Menteri Bahlil saat berada di Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility atau ORF) Jangkrik, Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (1/5/2025).

Bahlil menyebutkan akan ada tambahan 1.500 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 90.000 barrel oil equivalent per day (BOEPD) kondensat dari Eni.

Eni mulai membangun infrastruktur untuk mengeksplorasi Blok North Ganal di lepas Pantai Samboja, sekira 45,9 mil laut atau 85 km laut timur laut Balikpapan mulai 2025.

Pembangunan dimulai setelah rencana pengembangan lapangan (POD) disetujui SKK Migas pada 17 Agustus 2024.

Penemuan Blok North Ganal oleh Eni menjadikan perusahaan energi asal Italia itu sebagai satu penghasil gas terbesar di dunia dengan potensi cadangan 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF).

Saat ini, Eni sudah memproduksikan 80.000 barel setara minyak dari Lapangan Jangkrik dan Merakes yang juga berada di lepas Pantai Samboja, Selat Makassar.

Target lifting migas secara nasional adalah 605.000 BOPD dan gas 1,01 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sesuai amanat Undang-Undang APBN 2025.

Realisasinya saat ini adalah minyak 580.000 BOPD, sementara konsumsi minyak nasional mencapai 1,5 juta BOPD, artinya ada defisit cukup besar atau mencapai hampir 1 juta BOPD.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

Sebelumnya, Menteri Bahlil yang didampingi Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud meninjau fasilitas South Processing Unit (SPU) yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Sejak dikelola Total Indonesie, dan sekarang oleh PHM, fasilitas SPU digunakan untuk menerima dan mengolah gas dan minyak yang berasal dari Blok Mahakam dan blok-blok KKKS lain di sepanjang Selat Makassar bagian selatan.

Setelah bersih, gas hasil olahan SPU dipompa ke Bontang untuk diolah lebih lanjut di kilang PT Badak NGL.

Sementara, minyak dikirim ke Kilang Balikpapan dengan kapal tanker.

PHM juga mereaktivasi atau membuat sumur-sumur tua berproduksi kembali.

Sumur-sumur tersebut menerima sejumlah metode perawatan seperti injeksi air ataupun bahan kimia untuk memeras minyak yang masih terperangkap di batuan berpori seperti di sumur-sumur Delta Mahakam.

“Sehingga, mereka mampu mempertahankan lifting-nya,” kata Bahlil, dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Saat ini, PHM memiliki rata-rata lifting minyak dan kondensat sebesar 25.000 barel per hari serta 399 MMSCFD gas per hari dari Lapangan SPS hingga Maret 2025. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima
DUA Helikopter Dikerahkan Cari 68 Korban KM Virgo di Laut Jawa
BIAYA HAJI 2027: Presiden Prabowo Usulkan Komposisi 52:48
ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya
HARI KE-14: Tiga Kapal Negara Perkuat Operasi SAR KMP Virgo Transport 8
DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen
OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan
KORUPSI PERTAMBANGAN: Tim Jampidsus Geledah Sejumlah Lokasi di Kaltara

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Jumat, 18 September 2026 - 21:03

KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Rabu, 16 September 2026 - 20:59

KUALITAS Udara Samarinda Memburuk Masuk Kategori ‘Sangat tidak Sehat’

Selasa, 15 September 2026 - 21:18

KN SAR Wisanggeni 2 Hari Ikut Pencarian Belum Temukan Korban Kapal Virgo Transport 8

Selasa, 15 September 2026 - 20:52

DIPANTAU Keberadaan Orang Utan di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung

Berita Terbaru

Penangkapan tersangka kelima dalam perkara dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel periode 2017–2020, MTP oleh Tim penyidik Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).(Foto: HO-Kejagung)

Hukum

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Senin, 28 Sep 2026 - 21:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca