SuarIndonesia – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin menyayangkan masih adanya bangunan sekolah yang belum layak namun digunakan untuk keberlangsungan aktivitas belajar mengajar.
Seperti di SMA Negeri 1 Pamukan Selatan desa gunung calung Kab. Kotabaru yang kondisinya cukup memprihatinkan, pasalnya bangunan sekolah ini hanya baratapkan terpal.
“Kita akan pertanyakan pada Disdik Provinsi, temuan dari komisi 2 mengenai sekolah beratapkan terpal itu, kenapa sampai kondisinya tidak layak masih juga digunakan,” ucapnya, Selasa (1/11/2022)
Lanjut Lutfi, Disdikbud Provinsi Kalsel sebagai yang berwenang harus bertanggung jawab memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah itu.
“Kita minta tahun depan tidak ada lagi permasalahan sekolah seperti di SMAN 1 Pamukan Selatan desa gunung calung Kab. Kotabaru, itu harus sudah diperbaiki,” Tegasnya
Dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten dan kota bilamana adanya sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan membahayakan peserta didik yang termasuk kewenangan dari provinsi segera ke DPRD Kalsel.
“Segera laporkan dan temui kami komisi IV DPRD Kalsel,” imbuhnya
Sedikit informasi, SMAN 1 Pamukan Selatan, di Desa Gunung Calang, Kab. Kotabaru, sangat memprihatinkan, pasalnya bangunan sekolah hanya baratapkan terpal, beralas semen, kursi dan meja kayu seadanya.
Terlebih, pengadaan dua kelas baru merupakan hasil bantuan swadaya guru dan keikhlasan dari warga setempat.
Hal ini diketahui Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat melakukan reses.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Gunung Calang, M Arafah, mengatakan, Pemerintah desa setempat telah menghibahkan lahan seluas 2 Hektar (Ha) untuk membangun baru lokasi dua SMA Negeri 1 Pamukan Selatan Kotabaru.
Lanjutnya menjelaskan, dua kelas dan satu ruang guru ini sebelumnya merupakan hasil swadaya puluhan tahun silam dari Pemerintah Desa Gunung Calang. Total yang dikeluarkan mereka kala itu sebesar Rp 180 juta.
“Kalau fasilitas ini dibangun sekitar tahun 90-an dan anggarannya murni dari APBDesa hasil dari retribusi tambang dan sisanya dari swadaya masyarakat. dari situ karena hajat keseluruhan untuk membangun sekolah,” paparnya.
Terkait keadaan ruang kelas XII Lokasi II SMA Negeri 1 Pamukan Selatan dengan bangunan yang terbuat dari terpal itu diperkirakan sudah berjalan sekitar lima tahunan lebih kondisinya terpaksa harus dinikmati seadanya.
“kami tak mampu memperbaikinya, semoga setelah paman Yani melihat kondisi, aspirasi kami mendapatkan hak pendidikan yang sama dapat terwujud termasuk pembenahan infrastrukturnya,” harapnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















