SuarIndonesia -Keracunan massal es buah, tecatat ratusan korban, namun hingga, Senin (2/2/2026), tinggal delapan pasien yang masih dirawat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungau Utara (HSU) Kalimantan Selatan.
Diketahui sebelunnya, peristiwa terjadi di hajatan perkawinan warga Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, pada Minggu (1/2/2026).
Ada 153 korban berbagai usai mengalami gejala pusing, mual, muntah-muntah setelah mengonsumsi es buah yang disajikan yang hajatan, Ishak, seorang petani setempat.
Data dihimpun Kepolisian, para korban mulai merasakan gejala sekitar 10 menit setelah mengonsumsi es buah.
Es buah yang dikonsumsi korban diketahui mengandung campuran pepaya, labu putih, nanas, biji selasih, dan sirup leci.
Dimana terdata 128 orang dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai, sementara 25 lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Banjang.
“Hasil observasi medis menyatakan sebagaian besar diperbolehkan pulang, sedangkan delapan lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” kata Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan SH, MM.
Delapan korban yang masih dirawat terdiri dari empat anak-anak dan empat orang dewasa. Kondisi mereka dilaporkan dalam penanganan medis dan terus dipantau oleh pihak rumah sakit.
Ditannya soal sampel yang diamankan, Kaposlek sebut masih uji laboratorium.”Kita telah mengamankan barang bukti berupa satu termosberisi sisa es buah yang diduga menjadi sumber keracunan,” ujarnya.
Sampel tersebut akan diuji di Laboratorium Tabalong dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru untuk memastikan kandungan. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















