SuarIndonesia — Kebakaran hutan melahap dua wilayah metropolitan Kanada, tepatnya di British Columbia dan wilayah Barat Laut. Peristiwa ini menyebabkan puluhan ribu warga Kanada mengungsi.
Dikutip CNNIndonesia dari AFP, Sabtu (19/8/2023), Menteri Lingkungan Kanada Shane Thompson mengungkapkan terdapat sekitar 19 ribu warga dievakuasi dari kota Yellowknife yang merupakan ibu kota wilayah Barat Laut selama 48 jam.
“Lebih dari 15 ribu melakukan perjalanan melalui darat dan 3.800 telah diterbangkan, dengan sekitar seribu staf penting tetap berada di kota dan daerah sekitarnya,” cuit Shane Thompson di Twitter.
Seorang pejabat di Yellowknife juga mengungkapkan bahwa telah menerbangkan lebih dari 3.500 orang dengan 40 penerbangan ke Calgary. Mereka juga menyediakan hampir 500 kamar hotel bagi para pengungsi.
Yellowknife tercatat memiliki penduduk sebanyak 20 ribu orang. Kini, wilayah tersebut disebut seperti kota hantu setelah ditinggal sementara para penghuninya dan menjadi evakuas terbesar yang pernah terjadi di Yellowknife.
Prakiraan cuaca dari pemerintah menunjukkan bahwa hujan yang terjadi sehari sebelumnya membuat suhu turun secara tajam. Sehingga, hal tersebut membuat kebakaran mereda sedikit.
Di sisi lain, si jago merah juga melahap lebih dari 2 ribu kilometer kota Kelowna yang berada di British Columbia. Kota tersebut tercatat memiliki penduduk sebanyak 150 ribu orang di Lembah Okanagan.
Di bagian barat Kelowna, kobaran api itu dilaporkan telah melahap beberapa properti. Asap tebal di wilayah itu membuat banyak orang sulit bernapas.
Menteri Manajemen Darurat Bowinn Ma mengungkapkan terdapat sebanyak 15 ribu orang yang diperintahkan untuk mengungsi dari British Columbia.
Kanada disebut memecahkan rekor terkait kebakaran hutan dengan lebih dari 14 juta hektar dilalap oleh si jago merah. Angka ini hampir dua kali luas rekor terakhir yang menyentuh angka 7,3 juta hektar.
Sejauh ini, empat orang tercatat meninggal dunia akibat kebakaran hutan yang sedang melanda di Kanada.
26 Ribu Warga Mengungsi
Lebih dari 26 ribu orang mengungsi pada Sabtu (19/8) waktu Spanyol buntut kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Tenerife.
Hal tersebut diungkapkan oleh layanan darurat Kepulauan Canary. Selain itu, kebakaran tersebut membuat 11 kota di wilayah tersebut terdampak.
Dilaporkan Reuters, jumlah warga yang melakukan evakuasi meningkat tajam dari Jumat (18/8). Saat itu, warga yang dievakuasi berjumlah 4.500 orang.
Kepala regional setempat, Fernando Clavijo, menjelaskan bahwa perintah evakuasi dikeluarkan pada Sabtu pagi setelah cuaca memburuk pada malam hari sebelumnya, termasuk adanya kenaikan suhu dan angin kencang.
Selain itu, ia juga mengatakan pemadaman api dari udara juga terhambat akibat terhalang asap tebal.
Presiden Dewan Tenerife, Rosa Davila, menegaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah untuk “melindungi nyawa masyarakat. Ia juga mengungkapkan tidak ada rumah yang hancur akibat kebakaran tersebut.
Kawasan wisata yang populer di Pulau Tenerife juga sejauh ini tidak terdampak. Kedua bandara yang berada di pulau itu juga masih beroperasi secara normal.
Namun, beberapa orang menerima bantuan medis setelah dievakuasi di wilayah La Victoria, bagian barat laut pulau.
“Malam sebelum kami tiba, kami mengalami waktu yang sangat buruk. Semuanya terbakar,” kata Paulina Fernandez kepada Reuters. “Atapnya penuh (abu).”
Kebakaran berkobar di Taman Nasional di sekitar Gunung Teide yang berada di Pulau Tenerife, Spanyol. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh cuaca panas dan kering yang melanda wilayah tersebut.
Hingga Sabtu (19/8/2023) waktu setempat, dilaporkan sekitar 5 ribu hektar area telah terbakar dengan perimeter 50 kilometer. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















