Kawasan Kumuh di Banjarmasin Bisa Dikurangi 70 Persen

Kawasan Kumuh di Banjarmasin Bisa Dikurangi 70 Persen

Suarindonesia – Sejak dua tahun yang lalu, program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dari awal tahun 2017 sampai memasuki akhir tahun 2018 setidaknya sudah mengurangi kawasan kumuh di Banjarmasin sekitar 70% dan sisanya akan dituntaskan tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ir H Achmad Fanani menyampaikan program KOTAKU berjalan dengan lancar dan sangat signifikan dalam menangani kekumuhan yang terdapat di Kota Banjarmasin.

“Saya melihat progres dari KOTAKU terlihat jelas. Kita tahu 2 tahun yang lalu terdapat sekitar 549,7 hektare kawasan kumuh di Banjarmasin. Hngga memasuki penghujung tahun 2018 hanya sekitar 154,5 hektare kawasan kumuh di Banjarmasin,” ucap Kadis Cipta Karya Ir H Ahmad Fanani kepada wartawan Selasa (4/12).

Menurut Achmad Fanani program KOTAKU tidak lepas dari tiga dinas yang terkait, selain dari Dinas Perkim, terdapat Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin. Dana KOTAKU didapat dari Kementrian PU sebesar Rp34,605 miliar untuk tahun 2018.

Achmad Fanani menjelaskan sebanyak 36 Kelurahan di Banjarmasin sudah mendapat dana dari KOTAKU untuk mengurangi kekumuhan. Kekumuhan dengan kelurahan terbanyak terdapat di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Untuk kita ketahui ini masing-masing kelurahan beda-beda mendapat bantuan dana KOTAKU. Karena tergantung luas kekumuhan di setiap kelurahan tersebut. Percepatan penangan kumuh kami memang harus kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR,” tutur Fanani.

Lebih lanjut Fanani menjelaskan penanganan kumuh di setiap kelurahan tersebut ada 7 indikator, yakni jalan, drainase, sampah, air limbah, air minum, proteksi kebakaran dan terakhir tata bangunan yang terdapat di suatu wilayah tersebut.

Fanani berharap ditahun mendatang Kota Banjarmasin dapat menangani tuntas kekumuhan seluruhnya. “Sehingga Banjarmasin menjadi kota yang 0% kekumuhan, dengan memaksimalkan dana APBD dan bantuan dari kementrian kita sangat mengusahakan itu,” kata Fanani.(SU)

 353 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: