KATA-KATA Terakhir dari ‘Orang yang Jatuh dari Luar Angkasa’

- Penulis

Minggu, 29 Desember 2024 - 00:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada perayaan 50 tahun Uni Soviet, 1967, seorang kosmonaut terjatuh dari ruang angkasa. Kata-kata terakhirnya bikin merinding. (SuarIndonesia/Foto: via Reddit)

Pada perayaan 50 tahun Uni Soviet, 1967, seorang kosmonaut terjatuh dari ruang angkasa. Kata-kata terakhirnya bikin merinding. (SuarIndonesia/Foto: via Reddit)

SuarIndonesia – Pada perayaan 50 tahun Uni Soviet, 1967, seorang kosmonaut terjatuh dari ruang angkasa.

Laki-laki malang itu adalah Vladimir Komarov dan kata-kata terakhirnya sempat terekam dan dirilis resmi oleh pemerintah Soviet saat itu.

Ceritanya begini. Awalnya, ada dua pesawat ruang angkasa yang direncanakan untuk ke orbit. Pertama ada Soyuz 1, yang berisikan Komarov. Kemudian, akan terbang lagi Soyuz 2.

Dua kapal ini kemudian bakal bertemu, Komarov spacewalk (berjalan di ruang angkasa) menuju Soyuz 2. Salah satu dari dua kosmonot di Soyuz 2 kemudian akan memasuki Soyuz 1 sebelum kedua pesawat berangkat ke Bumi.

Masalahnya, rencana ini disebut tak akan berjalan lancar. Konon, ada klaim (meskipun sangat diperdebatkan) bahwa beberapa bulan sebelum peluncuran tersebut diramal tidak akan berjalan dengan baik.

Menurut buku ‘Starman: The Truth Behind the Legend of Yuri Gagarin’, ketika Yuri Gagarin dan teknisi senior lainnya memeriksa wahana itu, mereka menemukan 203 masalah struktural. Beberapa di antaranya akan berbahaya jika wahana itu dikirim ke ruang angkasa.

Sebuah memo setebal 10 halaman dilaporkan dibuat yang mencantumkan kesalahan-kesalahan tersebut. Akan tetapi, tidak seorang pun menyampaikan memo itu kepada sang pemimpin, Leonid Brezhnev.

Menurut penulis Starman, yang mewawancarai Venyamin Russayev, agen KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti/Komite Keamanan Negara) dikutip Detik.com, yang ditugaskan untuk mengawasi Gagarin, teman-teman Komarov berusaha meyakinkannya untuk menolak menerbangkan wahana itu. Kendati demikian, sejarawan menganggap Russayev mungkin melebih-lebihkan ceritanya.

Yang bikin merinding, Komarov disebut sadar betul bahwa jika ia mengundurkan diri, maka yang akan dikirim adalah Gagarin.

Komarov menolak untuk mundur, walaupun kematian jadi taruhannya.

Sebaliknya, Komarov merencanakan tindakan ‘balas dendam kecil-kecilan’ terhadap orang-orang yang mengirimnya menuju kematian.

Ia dilaporkan meminta, jika terjadi sesuatu yang salah, ia mau dimakamkan dengan peti mati terbuka.

Baca Juga :   DIBERLAKUKAN OPSEN Pajak 66 Persen Tahun Depan

Pada hari peluncuran, Gagarin tidak bertindak sesuai dengan protokol yang biasa. Kemungkinan dia berusaha untuk menunda peluncuran selama mungkin sehingga rencana tersebut dibatalkan. Tapi itu tidak berhasil.

Singkat cerita, Komarov meluncur dan berhasil mencapai ruang angkasa di dalam wahana antariksa.

Namun, begitu sampai di sana, keadaan menjadi buruk ketika salah satu panel surya gagal terbuka, sehingga wahana antariksanya hanya memiliki sedikit daya.

Badan antariksa memerintahkannya untuk turun, tetapi kapsulnya mulai berputar. Ia tidak memiliki cara untuk mengendalikan ketinggiannya dan tidak dapat membuat bagian bawah wahana antariksa menghadap ke tanah.

Itu berarti roket pendaratan tidak dapat menahan pendaratan. Malang, dia jatuh lurus ke bawah dan menghantam tanah dengan kekuatan meteorit seberat 2,8 ton.

Menurut Starman, kata-kata terakhir Komarov ditangkap oleh pos-pos radio AS di Turki adalah sebagai berikut:

“Kapal iblis ini! Tak ada yang ku sentuh berfungsi dengan baik!”.

Tapi, transkrip resmi dari Soviet berbeda. Menurut pemerintah Soviet, kata-kata perpisahan dari Komarov adalah:

“Saya merasa luar biasa, semuanya beres. Terima kasih telah menyiarkan semua itu. (Pemisahan) terjadi”.

Menurut versi kejadian ini, Komarov jatuh hingga tewas saat kontrol darat berusaha terus berkomunikasi dengannya.

“Rubin, ini Zarya, bagaimana? Kau mendengarku? Ganti,” bunyi transkrip tersebut. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol
BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi
HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik
KABINDA KALSEL Mencek Langsung PLTU Asam-Asam Memastikan Kondisi Infrastruktur Pembangkit
KANTOR PLN UP3 Banjarmasin “Digeruduk” Massa Aliansi Pemuda
PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti
PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:58

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Kalteng

CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca