SuarIndonesia – Sejumlah Titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meluas di beberapa wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Kalsel menyebutkan jika ada lima Kabupaten dan satu Kota terjadi karhutla
Yakni terbaru Kabupaten Banjar dengan 300 titik panas dan 100 titik api. Kemudian Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarbaru.
Untuk itu unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)) melakukan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) langsung lewat udara, Selasa (1/8/2023).
Dengan Heli BNPB, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi bersama Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ari Aryanto, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kalsel, Nurul Fajar Desira, mewakili Gubernur Sahbirin Noor. melakukan penerbangan tinjauan sekitar pukul 15.50 Wita berangkat dari Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, mengatakan patroli lewat udara sudah kalo kedua di lakukan. Hasilnya ada beberapa evaluasi untuk segera tindak lanjuti sehingga penanganan dan penanggulangan Karhutla di Kalsel bisa dilakukan maksimal.
“Giat ini sebagai bahan rapat lanjutan kita nanti untuk evaluasi agar maksimal, menangani karhutla,” ujar Danrem
Setelah peninjauan ini pihaknya kembali menggelar rapat salah satunya melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemilik lahan dengan potensi Karhutla dan pihak terkait lainnya.
“Sudah ada sosialisasi, dan kita efektifkan kembali, dengan mengundang pemilik lahan baik yang terbakar maupun belum, diharapkan mereka sama sama bertanggung jawab,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kapolda Kalsel menjelaskan, pantauan udara, dimulai dari wilayah Liang Anggang, Bati-Bati, Kurau, sebagian Tambang Ulang, kemudian ke Martapura Barat, sampai dengan wilayah Jejangkit, paling banyak titik api terpantau di wilayah selatan dari Bandara Syamsudin Noor.
“Yang banyak itu memang di daerah selatan bandara, seperti di Liang Anggang, Bati-Bati dan Kurau,” ungkap Andi.
Ada sejumlah titik air yang digunakan untuk melakukan pemadaman saat ini kondisinya sudah terjadi penyusutan debit air akibat kemarau.
“Oleh karena itu, saat rapat nanti Kami sepakat akan mengundang beberapa instansi terkait, badan wilayah sungai (BWS),” jelasnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kalsel, Nurul Fajar Desira, menambahkan jika bahwa karhutla memang terjadi di Kalsel, namun masih bisa terkendali.
Sebelumnya Kapolda bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo juga sudah melakukan patroli udara memantau kebakaran lahan yang terjadi di Liang Anggang di Banjarbaru, Bati-Bati, dan Kurau di Tanah Laut serta Martapura Barat, Banjar. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















