Suarindonesia – Pemprov Kalsel bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) langsung melaksanakan kajian cepat penanganan banjir pascabanjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
KLHK sudah membeberkan hasil kajian cepat tersebut.
Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor KLHK, Erik Teguh Primiantoro, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu sampai tuntas permasalahan banjir di Kalsel.
“Sejak awal kami sudah komitmen, Wamen KLHK bahkan turun langsung usai diminta Menteri untuk menangani banjir Kalsel. Kami juga sudah bertemu gubernur untuk menyerahkan konsep rencana kegiatan yang menjadi kontribusi LHK dari beberapa Dirjen,” jelasnya.
Disebutkan Erik, Direktur Jendral Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) selaku alasannya termasuk dalam tim kajian penanganan banjir di Banua.
“Sebelumnya, kami dan para Kepala Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten/ kota sudah melakukan dialog untuk merumuskan kebijakan atau usulan segala macam terkait banjir,” katanya.
Dirjen PKTL sendiri katanya menyediakan bantuan senilai Rp3,4 miliar ditambah beberapa ratus juta untuk kajian cepat tadi.
“Jadi ini tentang bagaimana kita bisa melakukan kajian lebih komprehensif terkait apa faktor penyebab banjir dan bagaimana solusinya,” kata Erik
Solusinya, menurutnya dapat dilihat dari aspek yang sifatnya makro yaitu tata ruang, ditambah kebijakan sampai aspek skala mikro.
“Artinya ke depan Kalsel akan punya infrastruktur ekologis yang relatif memadai dan punya kemampuan adaptasi.
Karena ada beberapa faktor yang kita tidak bisa ubah, jadi harus adaptasi dengan kondisi – kondisi iklim yang mulai ekstrem,” tuntasnya.
Usai memimpin Rapat Penanganan Banjir, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, menegaskan keseriusan dan kesigapan pemerintah daerah, dibantu pusat dan stakeholder terkait.
“Kami lakukan gerak cepat, di mana tadi membahas tindak lanjut dari hasil kajian cepat, sesegera mungkin akan dilaksanakan. Ini bukti bahwa Pemprov serius menangani banjir,” tegasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















