SuarIndonesia – Jembatan Sungai Alalak 1 penghubung Banjarmasin dan Batola yang saat ini dijadikan warga sebagai tempat wisata terlebih pada malam hari dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran covid 19.
Pasalnya banyaknya kerumunan warga yang bersua foto bahkan rela berdesakan hanya untuk melihat klap klip lampu tiang jembatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muslim mengatakan pihak pemerintah kota dan kabupaten harus melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat yang berkunjung dengan terus disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.
“Bagaimanapun pandemi belum selesai, walaupun tren kasus covid 19 menurun” katanya. Senin (4/10/2021)
Menurut Muslim, satgas minta protokol kesehatan tetap dijaga dengan penerapan 3 M ditambah menjauhi kerumunan, jangan sampai lengah tetap waspada.
Terkait ketersedian dosis vaksin, Muslim mengatakan masih banyak dan ujarnya ada milik kesehatan TNI dan Polri dan semua terpenuhi.
Adapun mengenai laporan perkembangan penanganan kasus covid yang diserahkan ke pusat, bukan terlambat namun ada catatan yang dilakukan secara manual dan online.
“Terkadang laporan yang diserahkan memang ada perubahan terlihat dari evaluasi, ditambah lagi gangguan signal,”ujarnya
Pihaknya pun tengah berupaya sesegeranya mengirimkan laporan ke pusat setelah pelaksanaan vaksinasi.
“Usai pelaksanaan vaksin kita dorong teman-teman di lapangan untuk segera melaporkan,”

Sementara Wakil Ketua Komisi III Rosehan NB menyatakan pemerintah kota dan kabupaten seharusnya jeli melihat banyaknya pengunjung yang datang ke jembatan alalak 1.
“Agar masyarakat yang berkunjung tetap merasa aman dan terjaga terlebih saat ini masih di tengah pandeni,” ujarnya
Politisi dari PDI P ini juga berharap, pemerintah juga harus jelas menetapkan tanggal peresmian jembatan alalak 1, agar ada yang bertanggung jawab baik dari segi keamanan dan kebersihan.
“Jangan setelah dibuka, namun tidak dijaga dan dirawat seperti kebersihannya,”
Kesadaran masyarakat sangat diperlukan, agar jembatan yang baru dibuat kan pemerintah tetap nyaman dan aman.
Posisi Jembatan yang berada di antara dua daerah, diharapkan kab/kota sama sama menjaga.
“Turunkan saja Satpol PP daerah masing masing daerah untuk menjaga,” tutupnya (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















