JELANG Serangan Darat, Militer Israel Tunggu ‘Lampu Hijau’

- Penulis

Minggu, 15 Oktober 2023 - 23:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEBUAH Pengangkut Personil Lapis Baja (APC) Israel tersembunyi saat menimbulkan debu di dekat perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Minggu (15/10/2023). Militer Israel menunggu keputusan politik sebagai 'lampu hijau' sebelum mereka melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza.(REUTERS)

SEBUAH Pengangkut Personil Lapis Baja (APC) Israel tersembunyi saat menimbulkan debu di dekat perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Minggu (15/10/2023). Militer Israel menunggu keputusan politik sebagai 'lampu hijau' sebelum mereka melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza.(REUTERS)

SuarIndonesia — Militer Israel menunggu keputusan politik sebagai ‘lampu hijau’ sebelum mereka melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza, Palestina. Saat ini seluruh militer Israel dilaporkan tengah dalam posisi siaga.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pihaknya sedang menunggu “keputusan politik” mengenai waktu pelaksanaan serangan darat besar-besaran ke Jalur Gaza. Sementara di sisi lain, warga sipil meningkatkan berbagai upaya untuk melarikan diri dari Gaza Utara.

Mengutip CNNIndonesia, Israel telah mengatakan kepada 1,1 juta orang di Gaza utara untuk pergi ke selatan wilayah tersebut dan ribuan orang masih menggunakan rute-rute aman yang ditetapkan oleh Israel untuk mencari tempat yang lebih aman pada Minggu (15/10/2023).

Juru bicara militer Letnan Richard Hecht dan Daniel Hagari mengatakan dalam briefing terpisah pada hari Minggu bahwa “keputusan politik” akan memicu tindakan apa pun terhadap Hamas setelah serangan 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Israel.

“Kami akan mengadakan diskusi dengan para pemimpin politik kami,” kata Hecht, mengutip AFP.

Israel telah mengerahkan puluhan ribu tentara di sekitar Gaza dan para pejabat mengatakan bahwa semua kekuatan militer yang diperlukan telah dilakukan. Ribuan serangan udara telah dilancarkan di Gaza sejak serangan 7 Oktober, merenggut lebih dari 2.300 nyawa di wilayah yang padat penduduknya itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pasukan di dekat perbatasan Gaza pada hari Sabtu bahwa “lebih banyak lagi yang akan datang”. Namun dia tidak mengatakan kapan operasi darat akan dimulai.

Netanyahu telah mengadakan pertemuan keamanan rutin dengan para menteri dan pemimpin militer.

Menteri Pertahanan Yoav Gallant membahas evakuasi warga sipil Gaza dan “isu-isu kemanusiaan” dalam pembicaraan dengan para senator AS hari ini, kata departemennya. Gallant menekankan “kekuatan militer Israel dan tekad kami untuk menghancurkan musuh”.

Juru bicara militer mengatakan setiap invasi akan bertujuan membasmi jaringan militan dan kepemimpinan Hamas sehingga mereka tidak dapat melancarkan lebih banyak serangan.

Baca Juga :   PASCA Pengunduran Paman Birin, akan "Digantikan" Haji Muhidin ?

Militer Israel secara khusus menyoroti Yahya Sinwar, pemimpin Hamas di Gaza yang mereka tuduh sebagai dalang dari serangan Sabtu (7/10/2023). “Orang itu ada dalam incaran kami,” kata Hecht pada hari Sabtu. “Dia adalah orang yang sudah mati dan kami akan menangkapnya.”

Pasukan Israel pada hari Minggu bersiap-siap untuk melakukan invasi darat ke Gaza yang bertujuan untuk menghancurkan Hamas, kelompok militan Islamis Palestina yang melancarkan serangan paling berdarah dalam sejarah negara itu.

Dalam delapan hari sejak kelompok bersenjata Hamas menewaskan lebih dari 1.300 warga Israel dalam serangan mendadak mereka, Israel membalas dengan kampanye pengeboman dahsyat yang telah merenggut lebih dari 2.300 nyawa di Gaza.

Ketakutan dan kekacauan melanda wilayah sepanjang 40 kilometer (25 mil) yang merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia, tanpa tempat yang aman untuk mengungsi bagi sejumlah besar warga Palestina yang terlantar.

Seluruh blok kota Gaza hancur lebur dan rumah sakit dipenuhi dengan ribuan orang yang terluka di wilayah yang terkepung, tetapi ada kekhawatiran akan hal yang lebih buruk yang akan datang.

Israel yang berduka dan marah telah mengerahkan pasukannya di luar daerah kantong berpenduduk 2,4 juta jiwa yang telah lama diblokade itu menjelang apa yang dikatakan militernya sebagai serangan darat, udara, dan laut yang melibatkan “operasi darat yang signifikan”.

Israel juga telah menempatkan pasukan dan tank-tank di perbatasan utara yang diawasi oleh PBB dengan Lebanon dan menutup zona selebar empat kilometer di sana untuk warga sipil setelah berulang kali terjadi pertukaran tembakan lintas batas dengan Hizbullah dan kelompok-kelompok militan lainnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30

OPS GAKTIBPLIN, Propam Polda Kalsel Pengecekan Anggota Dinas di Jalan Raya

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:48

RIBUAN JEMAAH Salat-kan dan Hantarkan Jenazah Ulama KH Husin Naparin

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:45

DISEJUTUI Pembentukan CDOB Kabupaten Tanah Kambatang Lima, Penyangga IKN

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:05

NYARIS TAWURAN, Polisi Amankan Delapan Remaja dan Sejumlah Sajam

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:49

PELATIH SILAT di Banjarmasin Diduga “Seks Menyimpang” Terhadap Muridnya Dibawah Umur

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:40

PEMDA Diminta tidak Lengah Meski Inflasi Terkendali

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:07

PEMERINTAH Kaji CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg

Berita Terbaru

Headline

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca