Suarindonesia – Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H yang bertepatan dengan tahun 2019, Stok sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kota Banjarmasin masih kurang jika dibanding permintaan hewan kurban tahun 2018 lalu yang mencapai 2.600 ekor.
Ketua UPT RPH, Sulasno mengatakan hingga Jumat (19/07/2019) stok hewan kurban di RPH masih berjumlah 300 ekor.
Namun, ujar Lasno, selanjutnya akan mendapat penambahan kiriman stok sekitar 10 hari mendatang dari pulau Jawa dan Madura sekitar 250 ekor.
“Kita perkirakan permintaan hewan kurban tahun ini mencapai 2.500 ekor. Mudah-mudahan H-6 idul Adha nanti datang tambahan pasokan stok hewan kurban dari luar pulau ini,” ucapnya Lasno yang dibenarkan pengusaha Sapi H Syahri kepada awak media, Jumat (19/7).
Sulasno mengatakan, jumlah sementera mencukupi kebutuhan pemesanan. Akan tetapi ia tak berani memastikan stok saat ini akan mencukupi hingga beberapa hari kemudian karena permintaan stok sapi akan terus bertambah.
“Kalau saat ini memang masih 100 lah permintaan, tapi kita tidak bisa memastikan jumlah stok kita cukup di permintaan berikutnya,” ujarnya.
Tipisnya stok saat ini diakui oleh Sulasno akibat dari tertundanya keberangkatan satu kapal laut yang mengangkut 250 ekor sapi dari Madura dan semula dijadwalkan datang kemarin akibat dari rusaknya mesin menjadi tertunda hingga 10 hari mendatang.
“Seharusnya lebih 500 sudah stok kita, namun karena tertunda tadi akibat rusak mesin ya stok kita tidak jadi bertambah dan tetap 300 ekor ini,” katanya.
Syahri juga menambahkan untuk mendatangkan sapi memang dilakukan dalam mencukupi kebutuhan hewan kurban yang setiap tahun sampai 2.000 ekor.
Sedangkan alasan mendatangkan hewan kurban dikarenakan memang kebih murah dan hewannya lebih gemuk dibanding hewan kurban.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















