HUTAN Mangrove Dibabat, “Disulap” jadi Kolam Budidaya Ikan, Begini Temuan Dewan Kalsel di 16 Titik

Bagikan :
HUTAN Mangrove Dibabat, “Disulap” jadi Kolam Budidaya Ikan, Begini Temuan Dewan Kalsel di 16 Titik

SuarIndonesia – Dewan Kalsel ingatkan agar hutan mangrove di daerah pesisir wilayah kotabaru dan pagatan tanah bumbu, harus selalu dijaga kelestariannya karena masuk cagar alam.

“Saya melihat air laut sudah sampai ke pemukiman warga, dan infonya sudah mencapai 3 s/d 5 Km ke daratan,” ucap Muhammad Yani Helmi, kepada wartawan .pada ekspos hasil reses sepekan di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Kamis (11/11/2021)

Menurut Anggota Komisi II DPRD Kalsel ini, pada 16 titik reses yang dilakukan di Dapilnya Kotabaru dan Tanah Bumbu, menemukan hasil temuannya selama berjumpa dengan masyarakat.

“Salah satu hutan mangrove yang hilang di daerah pesisir, Kec. Kalumpang Selatan kotabaru, air laut sudah mengikis daratan.

Karena itu ujar Paman Yani, fokuskan pada perbaikan dan rehabilitasi daerah pesisir.

Paman Yani sapaan akrabnya, juga mengatakan Kerusakan hutan mangrove memang menjadi persoalan yang kompleks,

Ia bilang kerusakan tersebut, disebabkan oleh pembudidaya yang bukan asli dari Kalimantan ditambah perusahaan korporasi.

“Hutan mangrove yang sebelumnya luas terbentang di babat, kemudian disulap menjadi kolam budidaya ikan,” ujarnya

Politisi Partai Golkar ini menambahkan sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas supaya segera ambil tindakan dan segera ditanami ulang.

“Kalau terus dibiarkan, garis pantai akan semakin menjorok ke daratan. Ini bahaya,” tambahnya.

Ia tak mau kawasan pesisir Kalsel tenggelam seperti kawasan ibukota yang kerap dilanda banjir

“Seperti daerah tetangga Kalbar, kalau tidak salah di ketapang, air bertahan hingga 2 pekan dan juga terjadi sebagian pulau jawa,” ucapnya

Ia juga meminta Pemerintah untuk ambil tindakan jika kawasan tersebut memang masuk kawasan konservasi.

“Saya sudah melaporkan ini ke Bupati dan Dinas Provinsi untuk segera ditindaklanjuti,”tambahnya

Selain persoalan hutan mangrove, ia juga menemukan fakta soal vaksinasi yang tak sampai di kawasan pesisir Kotabaru.

“Setelah dikomunikasikan, saya berhasil membawa 1000 dosis vaksin ke kawasan pesisir, alhamdulillah dibantu pula oleh Pemkab setempat,” kata Yani.

Paman Yani juga menyangkan upayanya percepatan vaksin tersebut belum menyentuh daerah pesisir. Ia berharap Pemerintah lebih peka untuk percepatan vaksinasi di banua.(HM)

 210 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!