Hutan Adat Belum Terlindungi dengan Baik

- Penulis

Kamis, 20 Desember 2018 - 02:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia –  Status hutan adat yang dimiliki masyarakat belum bisa terlindungi dengan baik.

Banyak kasus menunjukan tergerusnya hutan adat akibat pengembangan wilayah aktivitas usaha.

Berdasarkan data Konsorsium Pembaruan Agraria, pada 2013 lalu konflik tertinggi di areal perkebunan dengan jumlah 175 kasus.

Total luasan konflik 527.939,27. Data BPN, dari jumlah konflik agraria 7.491, yang bisa diselesaikan 1.778 kasus, masih tersisa 5713.

Sementara berdasarkan dengan PKP2B dan izin usaha pertambangan (IUP), konflik agraria tertinggi di wilayah kabupaten Tanah Laut, 62 kasus danTanah Bumbu 60 kasus.

Disusul Kotabaru, sembilan kasus, Tabalong tiga kasus, kabupaten Banjar tiga kasus, dan Balangan, satu kasus. Total 138 Hak Guna Usaha (HGU) yang tumpang tindih.

Sementara HGU di dalam kawasan hutan ada 37 perusahaan dengan jumlah lokasi 547, dan total luasan 30.523 hektare.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel,

Hanif Faisol Nurofiq mengakui ada beberapa hutan adat di Kalsel.

Berapa jumlah pastinya, Hanif menyebut akan melakukan inventarisir terlebih dahulu.

“Memang ada titik hutan adat. Namun kita akan rapatkan dengan detail nanti kawasan-kawasan mana yang ada perhutanan adatnya,’’ kata Hanif.

Disebutkan, jika kemudian ada hutan adat maka bisa dikerajasamakan agar hutan dilindungi dan dikelola dengan baik.

“Ya supaya hutan kita terpetakan dengan baik dan sekaligus dikelola dengan baik pula,’’ kata dia.

Baca Juga :   DIPANGGIL Gubernur Muhidin Jajaran PLN Daerah dan Pusat

Sementara, Perwakilan masyarakat adat Meratus, Baderi (29) mengungkapkan saat ini masyarakat Batang Alai Timur, HST sedang resah dengan informasi turunnya izin perkebunan lahan sawit di kawasan Meratus dengan total luasan 3.000 hektare.

Hal ini juga yang akan berdampak pada munculnya konflik agraria.

Sebab sejak puluhan tahun lalu, masyarakat bergantung pada hutan.

Pencaharian utama masyarakat adat Meratus adalah berkebun. Berkebun juga jadi dasar ritual masyarakat adat.

“Bila tidak ada kebun, budaya pun akan punah. Beda dengan masyarakat perkotaan. Pembukaan lahan sawit, akan mengambil kebun-kebun masyarakat adat.

Apalagi informasinya, beberapa kecamatan masuk dalam area pembukaan lahan sawit,’’ bebernya.

Masyarakat adat tak memiliki surat-surat kepemilikan tanah. Apalagi, batas antar desa tidak jelas.

“Sejarahnya sebelum Indonesia merdeka, masyarakat adat mengelola kebun,’’ katanya.(RW)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi
MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur
KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam
SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura
RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel
14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau
RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:48

KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara

Minggu, 6 September 2026 - 22:11

PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 22:04

MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur

Minggu, 6 September 2026 - 21:54

KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Minggu, 6 September 2026 - 20:27

RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 20:20

14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 19:57

4 BANDARA Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 17:26

RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin

Berita Terbaru

Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara untuk seluruh aktivitas penerbangan karena ada indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. (Foto: Antara/M Iqbal)

Nasional

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Senin, 7 Sep 2026 - 00:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca