Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Ancam Banjarmasin

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Ancam Banjarmasin

Suarindonesia – Di penghujung tahun 2018, intensitas curah hujan di Kota Banjarmasin masih tinggi yang kerap disertai petir dan angin kencang.

Dikutip dari situs resmi BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudinnoor, Hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan kriteria menengah (50-150 mm) dengan peluang di atas 60% berpeluang hujan termasuk Kota Banjarmasin sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Drs HM Hilmi MM mengungkapkan telah meningkatkan kesiagaan jajarannya dalam menghadapi apabila ada bencana seperti banjir dan angin puting beliung di Kota Banjarmasin.

Ancaman bencana di Kota Banjarmasin itu sendiri, kata dia, untuk banjir paling rentan wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur, Utara, dan Selatan. Sedangkan bencana puting beliung paling rentan wiayah Kecamatan Banjarmasin Utara dan Selatan.

“Wilayah tersebut paling rentan terkena bencana banjir dan angin puting beliung, sehingga saya berharap masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tersebut untuk selalu waspada,” ujarnya Hilmi melalui siaran pers (24/12).

Sedangkan data bencana di Kota Banjarmasin dari tanggal 1 Januari-24 Desember tercatat sudah terjadi 70 kali yang terdiri dari, 70 kali bencana kebakaran baik itu kebakaran hutan, lahan, dan permukiman. Selanjutnya bencana orang tenggelam ada 3 kali kejadian.

“Kalau banjir sudah 6 kali terjadiyang sempat menggenang halaman warga walau ketinggiannya tidak termasuk membahayakan dengan ketingian dari 20-30 cm. Namun tetap kita pantau demi kesalamatan dan keamanan warga Banjarmasin,” papar Hilmi.

Lebih lanjut, kata dia, bencana rumah roboh sudah 3 kali terjadi. Sedangkan untuk angin kencang atau puting beliung yang meyebabkan rumah roboh dan pohon tumbang sudah 10 kali terjadi sepanjang tahun 2018. Terakhir bencana abrasi tanah tercatat 1 kali terjadi.

“Jumlah bencana tersebut bisa bertambah lagi mengingat iklim sekarang yang tidak menentu. Sehingga diharapkan semua pihak selalu waspada menghadapi bencana yang bisa datang begitusaj,” terang dia.

Sedikitnya 59 KK dan 188 Jiwa terkena dampak akibat 70 bencana yang terjadi sepanjang tahun tersebut.Total angka kerugian pun diperkirakan 12.703.000.000.

Dirangkum dalam 70 kali bencana yang terjadi dalam 1 tahun di Kota Banjarmasin tercatat intensitas bencana tertinggi terjadi di Kecamatan Banjarmasin Utara dengan 27 kali kejadian. Disusul oleh Kecamatan Banjarmasin Tengah dengan 17 kali kejadian, kemudian Kecamatan Banjarmasin Timur dengan 10 kali kejadian, lalu Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan 9 kali kejadian. Dan paling sedikit terjadi di Banjarmasin Barat dengan 7 kali kejadian.(SU)

 286 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: