SuarIndonesia -Rukyat digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel di Rooftop Hotel Zuri Express Banjarmasin, Munggu (10/3/2024) mulai pukul 17.30 Wita.
Sementara seseuai ketentuan, sidang Isbat awal Ramadhan 1445 H digelar Kementerian Agama RI. Sidang akan memutuskan apakah puasa Ramadan tahun ini akan dimulai pada 11 atau 12 Maret.
Karena adanya perbedaan metode penetapan awal bulan Ramadan dengan kreteria wujudul hilal (keberadaan hilal), maka sebagian masyarakat ada yang memulai ibadah puasa pada l 11 Maret Maret 2024.
Muhammadiyah telah mengumumkan awal puasa Ramadan 1445 Hijriah pada Senin, 11 Maret 2024. Penetapan tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 H.
Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, mengimbau kepada masyarakat, agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghargai perbedaan satu dengan yang lainnya.
“Para penceramah dan tokoh agama dihimbau untuk terus menyampaikan pesan-pesan taqwa dan saling mempererat persaudaraan dalam mengisi kegiatan ibadah selama Ramadan untuk menjaga persatuan dan kesatuan terutama pasca pemilu sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 9 tahun 2023 tentang pedoman ceramah agama,” ucapnya.
Ia sebut, Rukyatul Hilal dilakukan tim Rukyatul hilal Kanwil Kemenag Kalsel dengan menggunakan teleskop digital canggih. Pada pengamatan yang dilakukan, hilal tidak terlihat karena posisinya terhalang oleh awan tebal.
Selanjutnya, Tambrin menilai dinamika sidang Itsbat menjadi sangat penting dilaksanakan, terlebih pada saat ini sudah diberlakukan Kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru, yaitu tinggi hilal 3° (tiga derajat) dan sudut elongasi 6,4° (Enam koma empat derajat) yang ditetapkan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022, Nomor B-79/DJ.III/HM.00/02/2022 perihal Pemberitahuan Penggunaan Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS Baru yang digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
“Saya mengapresiasi adanya acara ini dan kehadiran Bapak dan ibu sekalian sebagai suatu kepedulian terhadap khazanah keilmuan Islam khususnya Ilmu falaq, terlebih kegiatan Hisab dan Rukyat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penentuan ketetapan awal bulan Hijriyah, khususnya awal bulan Ramadhan tahun 1445 H,” katanya.
Menurut tim rukyatul hilal Kemenag Kalsel, Fahrin SH.I mengatakan jika wilayah Kalsel sebenarnya sangat berpotensi hilal terlihat. Secara perhitungan hilal dapat dilakukan pengamatan di Kalsel sejak pukul 19.32 Wita, sebelum terbenam pada pukul 19.07 Wita.
Untuk Kalsel sendiri, disampaikannya tinggi bulan hakiki berada di 7° 46′ 47” diatas ufuk sehingga memungkinkan untuk terlihat. Kalsel sangat berpotensi melihat, karena melebihi 5 derajat,” kata Fakhrin.
Namun karena pada waktu pengamatan awan tebal menutupi posisi hilal, sehingga hilal tidak terlihat secara langsung maupun dengan alat teleskop.
“Secara teori posisi hilal 7 derajat, elongasi 8 derajat. Seharusnya bisa terlihat tapi karena tertutup awan jadi tidak bisa,” katanya.
Meskipun secara perhitungan posisi hilal memenuhi, Thambrin mengatakan tetap menunggu keputusan Kementerian Agama RI di Jakarta. (RW/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















