SuarIndonesia — Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu H Sulhadi mengungkapkan insiden helikopter hilang kontak di wilayah Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sulhadi mengatakan informasi awal ada 6 orang yang yang ikut dalam helikopter. Kendati demikian, Sulhadi belum bisa memastikan bahwa helikopter yang hilang kontak kondisinya sudah jatuh.
“Informasi yang kami terima ada 6 orang di penumpang, kami enggak tahu apa yang dibawa. Informasinya baru hilang kontak, belum bisa disimpulkan jatuh,” kata Sulhadi, Senin (1/9/2025) melansir CNNIndonesia.
Sulhadi menerangkan pihaknya belum mendapat petunjuk posisi helikopter tersebut. Sementara kondisi Mentewe menurut Sulhadi merupakan daerah hutan dan kerap susah untuk mendapat sinyal.
Sementara ini, tim akan fokus melakukan pencarian di sekitar posko yang sudah dibentuk di Kecamatan Mentwew KM 58 bersama tim SAR Martapura, Kota Baru, hingga Polri dan Basarnas.
“Suasana hujan. Wilayahnya masih belum banyak penduduk, jadi aktivitas warga juga belum banyak. Cuma ini jam 3 sore sudah lebih cerah cuacanya,” kata Sulhadi.
Pencarian Helikopter
Sebanyak 16 personel gabungan diturunkan untuk melakukan pencarian helikopter yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Siaga SAR Batulicin Abdul Aziz di Batulicin, menyebutkan tim terdiri dari empat personel SAR dan 12 personel Brimob yang dikerahkan sejak pagi.
Ia menjelaskan laporan awal menyebutkan helikopter jenis PK-RGH milik operator Eastindo hilang kontak saat terbang dari Bandar Udara WAOK menuju WAGG pada ketinggian 3.000 kaki.
Helikopter lepas landas pukul 00.46 UTC atau 07.46 WIB dengan perkiraan tiba pukul 02.15 UTC atau 09.15 WIB.
Namun, kontak terakhir tercatat pukul 00.54 UTC atau 07.54 WIB, sekitar 10 menit setelah lepas landas atau pada posisi 10 nautical mile dari WAOK.
“Pesawat dilaporkan hilang kontak di ketinggian 3.000 kaki, dan saat ini kami perkirakan berada di kawasan pegunungan Kecamatan Mentewe,” kata Aziz, seperti dikutip dari AntaraNews, Senin (1/9/2025).
Ia mengungkapkan kendala utama pencarian di lapangan adalah minimnya sinyal komunikasi sehingga tim hanya mengandalkan radio.
Untuk sementara, titik kumpul pencarian dipusatkan di KM 51 rest area Mentewe, sebelum tim menyebar menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuh helikopter tersebut.
Berpenumpang 8 orang
Sementara itu, dilansir dari MetroTV.News, Kepala Kepala Basarnas Banjarmasin Putu Sudayana mengatakan kontak terakhir helikopter berada di 4 kilometer sekitar Air Terjun Mandin Damar di titik koordinat 3° 6’54.58″S 115°41’21.62″E.
“Dalam pencarian delapan orang, satu orang pilot, ” kata Putu di Banjarmasin, Senin (1/9/2025).
Helikopter milik Eastindo Air berangkat dari Bandara Kotabaru menuju Bandara Palangkaraya dengan keberangkatan pukul 08.46 waktu setempat. Heli diperkirakan tiba di Palangkaraya pukul 10.15 waktu setempat. Pada pukul 08.54 terakhir kontak dengan Radio VICEF Bandara Kotabaru. Selanjutnya Airnav Kotabaru meneruskan ke Airnav Banjarmasin yang kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Banjarmasin.
Berikut data 8 penumpang helikopter:
1. Capt Haryanto, Laki-laki
2. Eng Hendra, Laki-laki
3. Mark Werren, Laki-laki
4. Yudi Febrian, Laki-laki
5. Andys Rissa Pasulu, Laki-laki
6. Santha Kumar, Laki-laki
7. Claudine Quito, Laki-laki
8. Iboy Irfan Rosa, Laki-laki
Hingga berita ini diturunkan tim SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi hilangnya helikopter. Kondisi vegetasi hutan Meratus yang lebat dan ketiadaan signal seluler dikhawatirkan akan menjadi hambatan di lapangan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















