HASIL PEMERIKSAAN Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Video Viral

HASIL PEMERIKSAAN Tiga Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Video Viral

SuarIndonesia – Dari hasil pemeriksaan dan bukti-bukti, Jajaran Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin menetapkan tiga pelaku dugaan penganiyaan di video viral.

Hal ini diungkapkan dalam press realase Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, Jumat (29/1/2021).

Semua diamankan petugas gabungan Macan Kalsel Dit Reskrimum Polda Kalsel, Subdit Cyber Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Sat Reskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan.

Dimana, penangkapan pertama dilakukan terhadap AN (14) di kawasan Banjarmasin Selatan sekitar pukul 16.00 WITA.

Berdasarkan pengakuan AN, petugas langsung bergerak ke kawasan Banjarmasin Barat dan berhasil menangkap terduga pelaku lain berinisial FT (16) , Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 17.30 WITA.

Tak sampai disitu, petugas memburu terduga pelaku utama sekaligus perekam penganiayaan tersebut ke kawasan Tamban Kabupaten Barito Kuala dan berhasil mengamankan RM (16) di rumah salah satu keluarganya sekitar pukul 20.00 WITA.

Sementara , berdasarkan hasil rekontruksi , petugas melihat peranan ketiganyal dan semua terlibat pemukulan. “Satu orang remaja pria yang sempat kita amankan kemarin, ternyata tidak terlibat,” katanya

Dalam hal ini,Kasat mengatakan motif dari dugaan penganiyaan dari tiga pelaku ini di latar belangkangi sakit hati karena korban ARD (17) sering memakai baju milik mereka tanpa izin.

“Tak hanya itu, korban sering menghubungi melalui pesan singkat terhadal teman pria pelaku,” ucapnya.

Dugaan penganiyaan terhadap ARD ini bermula saat para pelaku dan korban yang memang berteman membuka sebuah kamar di Homestay Rindang Jalan Hasanuddin Kelurahan Kertak Baru Ulu Kecamatan Banjarmasin Tengah, Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 00.15 WITA.

Mengetahui korban berada di kamar Hotel, dRM, AN dan FT datang dan senpat mengobrol di atas kasur.

Tak selang lama ketiganya langsung mengeroyok korban sembari direkam oleh pelaku RM.Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar di wajah.

“Yang merekam itu RM, dia tidak memasang di medsos. Dia cuma pernah mengirimkan video yang belakangan viral tersebut kepada salah satu kawannya,”ujarnya Kasat.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP tentang penganiyaan dan pengeroyokan.

“Ancaman hukumannya 5 tahun. Tapi karena pelaku dan korban masih di bawah umur, maka penyidik wajib melakukan Diversi terlebih dahulu,” tambahnya.(YI)

 168 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: