HARGA Beras Harus Diturunkan Sesuai Kualitas

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 20:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui seusai menghadiri Rapat Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Jumat (25/7/2025). (ANTARA/Harianto)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui seusai menghadiri Rapat Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Jumat (25/7/2025). (ANTARA/Harianto)

SuarIndonesia — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan agar harga beras di pasaran segera diturunkan dan disesuaikan dengan kualitas masing-masing guna menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga pangan nasional.

“Nah, kami minta seluruh premium-medium turunkan harga sesuai dengan kualitasnya, titik!” kata Mentan ditemui seusai menghadiri Rapat Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Seluruh jenis beras baik premium maupun medium harus dijual sesuai mutu dan jika imbauan tidak dipatuhi maka pemerintah akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku usaha, kata Amran, menegaskan.

Menurut dia, pemerintah telah bersikap baik dengan memberikan waktu dua minggu kepada pelaku usaha untuk menyesuaikan harga secara sukarela sebelum tindakan hukum diberlakukan secara menyeluruh.

Ia mengatakan imbauan penyesuaian harga itu sudah cukup lama disampaikan, dan kini aparat penegak hukum mulai bergerak menindaklanjuti upaya pengendalian harga beras agar lebih terjangkau masyarakat.

“Kami sudah mengimbau agar turunkan harga sesuai mutunya, jika tidak, baru ada tindakan hukum, jadi pemerintah sudah sangat bijak,” tutur Amran dilansir dari ANTARANews.

Ia juga mengatakan saat ini proses penurunan harga sudah mulai terlihat, dan berdasarkan laporan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta kepolisian, harga beras premium sudah mulai turun di berbagai wilayah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tiga kanan), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (ketiga kiri), Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi (kedua kiri) dan pejabat lainnya dalam jumpa pers seusai Rapat Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Jumat (25/7/2025). (ANTARA)

Dengan langkah tegas itu, pemerintah berharap stabilitas harga beras dapat terjaga, sementara para petani dan konsumen tetap mendapatkan perlindungan yang adil dari praktik dagang yang merugikan.

Pada saat yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan telah memastikan pengusaha atau perusahaan yang mencampur atau mengoplos beras dan menjualnya tidak sesuai mutu diberi tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat sudah melakukan penipuan terhadap masyarakat.

Baca Juga :   DIDUKUNG BI dan Bank Kalsel, Banjarbaru Luncurkan Bayar Pajak via QRIS Berhadiah Umrah

“Bagi yang melanggar, yang melakukan penipuan terhadap masyarakat, menjual tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan, itu jelas pasalnya. Maka harus dilakukan tindakan yang tegas,” kata Zulkifli yang akrab disapa Zulhas.

Mereka, kata Zulhas, sudah melakukan rapat dengan kementerian/lembaga terkait, serta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta segera menyelesaikan penyimpangan dalam penjualan beras.

“Sudah ada Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, dan ada Satgas Pangan. Jadi ini kalau masih mau main-main, ya siap-siap saja,” katanya.

Ia mengatakan saat ini sudah ada 14 perusahaan yang diperiksa terkait kasus beras oplosan, serta mengingatkan pengusaha yang masih berniat melakukan hal serupa untuk menjual beras sesuai kualitas.

Selain itu pemerintah memutuskan untuk tidak menarik peredaran beras oplosan dari pasar, kata Zulhas.

“Enggak ditarik (dari peredaran). Turunkan harga sesuai isinya. Jangan berbohong,” ujar dia.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas di Jakarta, Jumat, pukul 16.15 WIB, harga beras premium Rp16.119 per kilogram (kg), beras medium Rp14.137 per kg, dan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.582 per kg. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN
PENYALURAN BSU 2027 Masih Disiapkan
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18