Guru Se Kalsel Penyumbang Terbesar ke Baznas

Guru Se Kalsel Penyumbang Terbesar ke Baznas

Suarindonesia – Kadisdik Kalsel, HM Yusuf Effendi mengatakan  besarnya zakat dan infaq yang disalurkan karena kebijakan kewajiban kepada guru PNS yang mencapai 5 ribu orang.

Ia mengatakan, saat ini kewajiban itu tidak dibebankan kepada guru honor.

“Kami mewajibkan guru PNS untuk menyisihkan penghasilan masing-masing.  Alhamdulillah jika kami bisa memberikan sumbangan maksimal,” kata Yusuf.

Diketahui, Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Selatan (Baznas Kalsel) memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.

Apresiasi itu diberikan karena Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu berkontribusi cukup besar kepada Baznas.

Hal ini diakui Ketua Baznas Kalsel,  Pangeran Rusdi Effendi, Rabu (24/5) lalu di sela Pembayaran Zakat Pribadi di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel. Menurut Rusdi, dari seluruh SKPD pemprov tersisa 14 SKPD yang belum membentuk unit penerima zakat.

“Dari UPZ belum maksimal penerimaannya,  yang bisa dibanggakan dari Bank Kalsel yang tersalur sampai saat ini Rp3, 1 miliar.

Untuk UPZ SKPD pemprov penyumbang terbesar Disdikbud,” ujar Rusdi.

Rusdi menjelaskan, pada 2015 pengumpulan zakat hingga Rp850 juta, di 2016 zakat yang diterima Rp1,1 miliar, dan di 2017 naik menjadi Rp2,8 miliar.

Sementara di 2018 pengumpulan zakat mencapai Rp4,3 miliar.

“Nah, di Tahun 2019 Ini Baznas ditarget Rp6 miliar.

Saat ini hingga Mei sudah terkumpul Rp 4,6 miliar atau sudah 77,78 persen dari target 2019,” kata dia.

Dalam pengelolaan zakat di Baznas, pada tahun 2018, penyerapannya atau pendistribusianya sudah Rp4,2 miliar atau sebesar Rp96,75 persen.

Hasil dari pengumpulan zakat di 2019 ini akan disalurkan sesuai program kerja atau rencana kerja 2019.

Di antaranya, pertama program ekonomi Kalsel Sejahtera, Program Kesehatan atau Kalsel sehat, Program Pendidikan atau Kalsel cerdas, Program Dakwah atau Advokasi Kalsel Religius, Program Kemanusiaan atau Kalsel Peduli.

“Harapan kami program yang sudah berjalan maupun yang belum dilaksanakan, dapat maksimal kedepannya,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mempelopori membayar zakat ke Baznas Provinsi Kalsel sebesar Rp200 juta rupiah.

Hal itu dibayarkan secara simbolis diwakilkan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H Abdul Haris Makkie.

Sekda mengaku senang bisa berhadir dan membayar zakat melalui Baznas Kalsel, karena akan memberikan kebahagiaan bagi orang lain.

Sekda mengapresiasi langkah dan kinerja dari Baznas Kalsel yang terus menggerakkan masyarakat Kalsel untuk berzakat dan menyalurkannya melalui Baznas.

Disampaikannya pula, dukungan Gubernur Kalsel di tahun 2019 setelah melihat kinerja Baznas Kalsel mendapat dua Award dari Baznas Pusat, Pemprov Kalsel memberi hibah Mobil untuk Operasional Baznas.

Diharapkan Sekda, kehadiran Baznas dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kalsel dan zakat bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat. (RW)

 

 

 

 

 319 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: