GAGAL Persuasif, Dishut Kalsel akan Segel Lahan Inhutani III

GAGAL Persuasif, Dishut Kalsel akan Segel Lahan Inhutani III

SuarIndonesia – Sebelumnya langkah awal beberapa kali dilakukan pengenaan denda adimintrasi kepada PT Inhutani III untuk melakukan pembayaran kepada negara akan kegiatan yang seharusnya tidak bisa dilakukan sebelum rencana kerja tahunan dipenuhi.

Disebutkan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) , Hanif Faisol Nurofiq, pembinaan secara persuasif tidak ditaati, sehingga atas kesepakatan dan masukkan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kalsel didukung moral dan politik untuk dilakukan eksekusi.

Hanif menjelaskan Dishut Kalsel akan segera minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan evaluasi kinerja PT Inhutani III.

“Besok (hari ini, red) kami surati KLHK untuk segera diturunkan tim audit bedah kinerja tim Inhutani III,” kata Hanif.

Hanif sudah merencakan penutupan dan pemagaran, bahkan bisa dipasang police line pada areal PT Inhutani III. Hanif menyebut langkah tersebut diambil karena terdapat beberapa pertimbangan. Dikatakannya, areal PT Inhutani III diduga berubah fungsi dengan kavlingan-kavlingan diduga ilegal dan dimiliki perusahaan lain.

Saat ini tim kehutanan mulai dari penyidik kehutanan, investigasi keuangan, hingga polisi kehutanan berada di lapangan untuk melakukan penutupan sementara.

“KSO (kerjasama) yang dilakukan beberapa perusahaan dengan Inhutani diduga melanggar peraturan KSO itu sendiri. KSO yang diberikan bu menteri kehutanan hanya dibatasi untuk penyiapan lahan dan pemanenan.

Di lapangan ternyata berkembang menjadi lain, ada kavlingan kavlingan perusahan yang tidak dibenarkan dalam perjanjian KSO,” urainya.

Dihubungi terpisah, Manajer PT Inhutani III Tala, Rahmanadi, menjelaskan hingga muncul kavlingan ilegal diakuinya sering terjadi.

“Kavlingan itu di dalam lahan, ceritanya mau menanam jagung, jadi bukan oknum atau Inhutani sendiri yang bermain,” kata dia.

Ia mengaku belum mengetahui rencana police line dari Dishut Kalsel. Ditanya apakah Inhutani III menerima surat peringatan sebelumnya, dia mengakui belum tahu.

“Nah saya belum tahu. Mungkin surat peringatan itu ke kantor di Banjarbaru sehingga saya tidak mengetahuinya,” tandasnya.(RW)

 556 total views,  2 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: