FESTIVAL MURAL Bakal Digelar di Tembok eks-Pelabuhan Martapura Lama

- Penulis

Minggu, 5 September 2021 - 21:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Penghapusan mural sindiran di tembok beton eks-Pelabuhan Martapura Lama (Mala) oleh aparat Satpol-PP Kota Banjarmasin pada Rabu (18/8/2021) yang lalu rupanya menjadi pemicu munculnya mural-mural yang lain.

Pasalnya, pasca kejadian tersebut, karya seni menulis kalimat yang bernada kritikan terhadap penanganan pandemi itu di berbagai sudut Kota Banjarmasin. Salah satunya di perempatan Jalan S Parman.

Bahkan, Pemko Banjarmasin pun mendapat berbagai macam kritikan dari para pengamat dan dosen gara-gara keputusannya untuk menghapus mural “Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan” tersebut.

Tidak hanya itu, lokasi pertama kali munculnya mural sindiran tersebut bakal dijadikan kanvas bagi para seniman mural lainnya untuk melukiskan mural-mural serupa.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Sabtu (4/9/2021) kemarin.

Dibeberkannya, rencana melukis mural di sepanjang tembok beton yang berlokasi di Jalan RE Martadinata tersebut akan dikemas dalam bentuk festival.

“Rencananya akan ada lomba festival mural menanggapi yang kejadian kemarin. Lokasinya sama dengan mural yang kemarin dihapus,” bebernya.

Hajri mengaku, dirinya terlibat di dalam perhelatan lomba karya seni rupa tersebut sebagai salah satu kurator.

“Insya Allah, di sana (festival mural) saya nanti yang jadi salah satu kuratornya,” ungkap Hajri.

Baca Juga :   BANJARMASIN Waspada DBD!

Saat ditanya kapan rencana festival mural tersebut akan diselenggarakan? Hajri mengaku bahwa pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara.

“Nanti akan ada pers rilisnya, setelah itu baru masuk ke tahap pengerjaannya,” ujarnya.

Di samping itu, ia menegaskan, bahwa festival mural tersebut bukan diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kota Banjarmasin.

“Bukan kita yang menyelenggarakan, ini inisiatif dari kawan-kawan seniman yang merespon kejadian kemarin (penghapusan mural),” imbuhnya.

Kemudian, ia memastikan, bahwa tembok yang dijadikan sebagai kanvas dalam festival mural nanti akan dirancang sedemikian rupa agar tidak terlihat mengotori atau acak-acakan.

“Ini melibatkan pelukis-pelukis profesional, supaya nanti di sana bisa terlihat bagus,” pungkasnya.

Disamping itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sebagai pemegang otoritas dalam sebuah pengambilan kebijakan harus bijak dalam melihat menjamurnya mural di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Otoritas setempat harus melihatnya sebagai hasil seni. Karena mural bukan seperti coretan-coretan dinding biasa,” tekannya

“Untuk para pembuat mural juga harus tanggung jawab untuk menyelesaikan karyanya supaya itu dianggap sebagai sebuah karya seni,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca