ECENG GONDOK Dibuat Eco Enzym dan Krim Kecantikan

- Penulis

Sabtu, 5 November 2022 - 01:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Populasi tumbuhan eceng gondok yang melimpah dan dianggap hama bagi sebagian orang di Kota Banjarmasin ternyata malah membawa Marvello Sunny Wijaya beserta rekan setimnya sukses menembus tahapan final di ajang Kihajar STEM 2022.

Ia menceritakan, pemandangan eceng gondok yang mengambang dan hanyut terbawa arus Sungai Martapura, yang dilihatnya sehari-hari ketika pulang dari sekolah, membuat siswa kelas VIII B di SMP Kristen Kanaan itu berpikir untuk berinovasi dengan tumbuhan tersebut.

Saat ini, ia dan rekannya yakni Alfanno Husodo, beserta seorang relawan uji coba, mengikuti program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Yakni, Kihajar STEM 2022.

Kihajar STEM sendiri adalah wadah eksplorasi untuk peserta didik, baik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Tujuannya, agar peserta didik berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, berkomunikasi dalam mengembangkan projek berbasis STEM, melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Menilik dari laman kihajar.kemdikbud.go.id untuk jenjang SMP sederajat, setidaknya ada sebanyak 2.782 tim atau sebanyak 8.346 siswa yang mengikuti ajang ini.

Merekalah, yang menjadi perwakilan provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak ketinggalan siswa Indonesia di sekolah luar negeri.

Saat ini, baik Marvello dan rekan setimnya, kini tinggal menunggu pengumuman apakah keduanya berhasil keluar sebagai pemenang, atau tidak.

Mengingat mereka sudah lolos dan mempresentasikan karyanya di babak final.

“Di hadapan para dewan juri, kami sudah mempresentasikan karya. Persisnya, pada tanggal 25 September tadi,” ucapnya Marvello, ketika diwawancarai Jumat (4/10/2022) di sekolahnya.

Presentasi dilakukan secara daring, melalui video yang sudah dibuat dan dikirimkan, kemudian disaksikan bersama-sama.

“Semoga bisa mendapatkan hasil terbaik,” harapnya.

Lantas, apa karya yang dipresentasikan Marvello dan rekan setimnya? Tak lain, adalah enceng gondok tadi.

“Mulanya, kami ingin membuat eco enzym. Cairan multifungsi yang dibuat dari hasil fermentasi limbah dapur organik,” ucapnya.

Namun, berhubung waktu yang diberikan tidak cukup alias hanya satu bulan, Mervello mengaku perlunya memikirkan ide lain.

Lantaran ia dan rekannya setim sepakat memilih tema ‘Pencemaran Alam’, maka penekanan sekaligus mencoba mengurangi populasi eceng gondok, adalah ide yang diambil.

Bersama rekan setimnya, siswa 13 tahun itu mengekstrak daun eceng gondok, lalu mengubahnya menjadi krim yang berkhasiat bisa menghilangkan jerawat.

Menurut Marvello, Berdasarkan riset dan penelitian, daun eceng gondok ternyata mengandung antioksidan. Dan bersifat anti inflamasi atau memiliki sifat yang mampu mengurangi peradangan.

Baca Juga :   POLISI Terima Laporan Siswa SMK Korban Pengeroyokan

“Bahkan dipercaya bisa meredakan jerawat di kulit wajah. Ini juga pernah diteliti dan diaplikasikan salah seorang mahasiswa di salah satu universitas di Indonesia,” tambahnya.

Lalu, inspirasi lain, diakui Marvello juga datang lantaran pandemi Covid-19.

Diketahui, hingga kini Covid-19 belum mereda. Kita masih menemui, mayoritas warga mengenakan masker.

Masih menurut hasil penelitian, imbas dari pemakaian masker yang cukup lama, menurut penelitian justru bisa menimbulkan jerawat.

Jerawat ini disebut Maskne. Atau jerawat yang terbentuk di area wajah yang tertutup oleh masker. Misalnya, bagian dagu, hidung, hingga pipi bagian bawah.

“Itulah yang membuat kami semakin yakin membuat krim kecantikan ini,” tekannya.

Krim yang dibuat benar-benar dikembangkan oleh Marvello dan rekan setimnya. Bahkan, untuk lebih menarik perhatian, krim juga dikemas sedemikian rupa.

Mengemasnya dengan wadah kecil berkelir putih. Diberi label bertuliskan K-SKIN akronim dari Kanaan Skin.

“Pembuatan krim hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh jam. Yang lama, adalah risetnya. Memakan waktu selama dua hingga tiga pekan,” ungkapnya.

Lantas, apakah krim juga diujicobakan? Marvello bilang, tentu. Berdasarkan hasil ujicoba itulah mereka berani mempresentasikan karyanya.

Dibantu seorang siswa lainnya yang bersedia menjadi relawan, mereka lantas melakukan ujicoba selama tujuh hari. Krim dioleskan tipis ke wajah yang banyak jerawat dan berminyak.

“Dioleskan dua kali dalam sehari, seusai cuci muka. Dilakukan berturut-turut selama sepekan,” jelasnya.

“Hasilnya, tak ada efek samping atau peradangan. Sebaliknya, jerawat mengering lalu berangsur-angsur menghilang,” tambahnya.

Kendati sukses dengan krimnya, Marvello mengakui bahwa karya yang dibuat belum teruji secara klinis bahkan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia pun lantas berharap, agar kelak karya yang sudah dipresentasikan untuk mengikuti ajang Kihajar STEM itu bisa benar-benar diuji. Syukur-syukur bila nantinya bisa dipasarkan.

“Semoga saja,” tutupnya, kemudian tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMP Kanaan, Rita Sarah. Dia mengapresiasi apa yang dilakukan siswa-siswanya.

“Apalagi, krim juga dikeluarkan atau dibuat saat kondisi masih dilanda pandemi. Semoga kedepan, bisa dikembangkan lebih jauh lagi,” harapnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca