DUKUNG WAJAR 13 Tahun, Kemendikdasmen Bagikan Praktik Baik SPMB PAUD

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 20:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berinteraksi bersama sejumlah murid jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Minggu malam (5/7/2026). (Foto: HO-Kemendikdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berinteraksi bersama sejumlah murid jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Minggu malam (5/7/2026). (Foto: HO-Kemendikdasmen)

SuarIndonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membagikan praktik baik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai upaya dalam mendukung implementasi Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun atau Wajar 1 Tahun Prasekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan masa usia dini merupakan fondasi bagi perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Hampir semua teori pendidikan menyebutkan bahwa tujuh tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling menentukan. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi seluruh proses pendidikan selanjutnya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (6/7/2026) melansir Antara.

Oleh karena itu ia mengatakan pemerintah kini memasukkan PAUD ke dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun, sekaligus memperluas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik TK dari keluarga sasaran serta peningkatan kompetensi guru PAUD.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengingatkan agar satuan pendidikan tidak membebani anak dengan tuntutan akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya.

Semangat tersebut lantas diterapkan dalam pelaksanaan SPMB di TK ‘Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala sekolah TK ‘Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Ami mengatakan seluruh informasi pendaftaran disampaikan secara terbuka, sekaligus menjadi ruang membangun kemitraan dengan orang tua.

Baca Juga :   PELATIHAN SPPI Diarahkan pada Penguatan Materi Manajerial

“Kami ingin memastikan setiap orang tua memahami sejak awal visi sekolah, kurikulum, hingga pola kolaborasi yang akan dibangun. TK bukan tempat berlomba agar anak cepat bisa membaca, tetapi tempat membangun fondasi akhlak, karakter, dan kesiapan belajar,” kata Ami.

Ketua Panitia SPMB Lelly pun menambahkan layanan pendaftaran dibuat fleksibel melalui layanan langsung, daring, dan WhatsApp (WA) agar orang tua merasa nyaman sejak awal.

Sementara itu Eni Uswati merasakan pengalaman itu saat mendaftarkan putri bungsunya melalui SPMB, yang menurutnya proses tersebut berlangsung sederhana sekaligus memberi ruang bagi sekolah untuk mengenal calon murid sejak awal.

“Persyaratannya cukup membawa akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto. Setelah diverifikasi, kami mengikuti orientasi bersama anak. Anak-anak diajak asesmen awal agar guru mengenal karakter mereka sejak awal,” kata Eni. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BSPS Sasar 400 Ribu Rumah tidak Layak Huni
SATGAS PHK Memitigasi Potensi Gelombang Pemutusan Kerja
PERTIKARADA XIII Kalsel 2026 Dibuka, Polri Perkuat Pembinaan Generasi Muda Berkarakter
6 KAPOLDA Baru Dilantik termasuk Kakorlantas, dan Kapuslitbang
KEMKOMDIGI: Registrasi SIM Wajib Pakai Verifikasi Biometrik
KASUS MBG: Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Aktif
DOKTER TIFA Didakwa soal Tuduhan Ijazah Palsu dan Pencemaran Nama Baik Jokowi
KEJAGUNG Ajukan Banding atas Vonis Nadiem Makarim

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 22:15

DUEL BERDARAH di Kawasan Kelayan B, Satu Tewas dan Lawannya Luka-luka

Senin, 6 Juli 2026 - 21:55

AJUKAN KEBERATAN Terhadap PT PLN, dari LBH Borneo Nusantara Sertakan 13 Tuntutan

Senin, 6 Juli 2026 - 21:47

KEBERATAN ADMINISTRASTIF, LBH Borneo Nusantara Mengemukakan Sedikitnya 28 Alasan Hukum

Senin, 6 Juli 2026 - 21:37

HELITA, Olah Bajakah Jadi Minuman Herbal Berizin BPOM

Senin, 6 Juli 2026 - 15:57

RUMAH NENEK di Alalak Tengah Berkobar, Merambat Empat Hunian Lainnya

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:32

NELAYAN Maratua Tewas Diterkam Buaya

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:16

AIPTU Sumariyanto Naik Pangkat Jadi Ipda Anumerta

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:10

JALAN TRANS KALIMANTAN Lumpuh, Perbaikan Dikebut

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai rapat bersama Menteri PKP Maruarar Sirait (kanan) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: HO-Kemendagri)

Nasional

BSPS Sasar 400 Ribu Rumah tidak Layak Huni

Senin, 6 Jul 2026 - 22:40

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca