DUA TERSANGKA Kasus Ipad Ditetapkan Kejari Banjarbaru, Satu Kata dari KAKI Kalsel “Mantap”

Bagikan :
DUA TERSANGKA Kasus Ipad Ditetapkan Kejari Banjarbaru, Satu Kata dari KAKI Kalsel “Mantap”

SuarIndonesia – Dua tersangka kasus Ipad di Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru, ditetapkan Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Dua orang ditetapkan tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan Ipad di sekretariat DPRD,” kata Kepala Kejari Banjarbaru, Andri Irawan melalui Kasi Intel Nala Arjuntho dalam rilisnya, Jumat (12/11/2021).

Soal itu ditanggapi Ketua KAKI (Komite Anti Korupsi Indonesia) Kalimantan Selatan (Kalsel), A Husaini dengan ucap satu kata “Mantap”.

Beberapa waktu lalu massa KAKI Kalsel melakukan aksi di Kejari Banjarbaru,  terkait soal itu.

Dan akhirnya pihak Kejari membuktikan janjinya dalam secepatnya menerapkan tersangka.

Ia mengapresiasi, yang artinya pihak Kejari khususnya Pidsus sudah bekerja cepat dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Selama ini ada anggapan masyarakat bahwa kasus yang ditangani pihak terkesan lambat dalam penetapan tersangka.

Seperti kasus KONI, namun Kejari Banjarbaru dalam kasus Ipad sudah bergerak cepat dan sudah menetapkan tersangka,” ujarnya Jumat malam.

Pada bagin lain soal penetatapan tersangka itu disebutkan Kasi Intel Nala Arjuntho, dua orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi masing-masing berinisial AY selaku ASN Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru dan AS penyedia barang.

Penetapan dua tersangka dugaan korupsi pengadaan IPad itu, sesuai hasil ekspose Tim Penyidik yang dipaparkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru dan seluruh jaksa pada Senin (8/11/2021).

“Tim penyidik dan peserta ekspose menilai, berdasarkan dua alat bukti dalam proses penyidikan, didukung hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Kalsel, sepakat menetapkan tersangka,” ujarnya.

Dikatakan, dua tersangka masih karena azas praduga tak bersalah dan keduanya juga tidak ditahan karena bersikap kooperatif.

“Penetapan tersangka merupakan bentuk profesionalitas tim penyidik Tindakan Pidana Khusus Kejari Kota Banjarbaru sekaligus menjawab keraguan pihak tertentu terkait proses penanganan perkara,” bebernya.

Dikatakan, penetapan tersangka itu segera ditindaklanjuti tim penyidik mempercepat penyidikan perkara dan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (P-16) untuk penelitian atau prapenuntutan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan komputer tablet (IPad) di sekretariat DPRD Kota Banjarbaru, dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan umum pada akhir April 2021 lalu.

Kejari Banjarbaru juga melakukan penyitaan barang dan dokumen terkait kasus itu dengan total ada 30 unit IPad. (*/ZI)

 352 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!