SuarIndonesia – DPRD Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov), mempersiapkan strategi pelaksanaan program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ada beberapa point penting dari kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel ke ke Badan Gizi Nasional di Jakarta, diantaranya mekanisme pendanaan dan implementasi di lapangan. pada Jum’at (13/12/2024).
Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Muhammad Alpiya Rakhman, S.E, M.M menyampaikan dukungan penuh dari DPRD Kalsel terhadap program.
“Ini menjadi perhatian dewan dan dalam waktu dekat, melakukan pertemuan dengan TAPD serta kembali berkonsultasi dengan Kemendagri untuk memastikan mekanisme anggaran yang digunakan untuk infrastruktur pelayanan atau langsung dialokasikan pada pelaksanaan program agar berjalan semestinya,” ujar Alpiya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menambahkan bahwa program tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga pesantren.
“Kami menyambut baik program ini karena sasarannya bukan hanya sekolah negeri, tapi juga pesantren.
Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini memiliki peran penting dalam mencetak generasi berkualitas,” katanya.
Adapun program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis, khususnya bagi kelompok rentan.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai program makan bergizi gratis ini memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal.
“Dengan adanya program ini, akan banyak menyerap SDM lokal serta meningkatkan penggunaan produk pertanian lokal, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, di Kalsel, program ini akan dilaksanakan melalui 421 titik pelayanan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Pelayanan diharapkan menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat secara langsung dan merata.
DPRD Kalsel optimis, kedepan program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempercepat pembangunan daerah.
Serta, menjadi stimulus bagi khususnya di sektor pangan dan pertanian. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















