DPPKBPM Wujudkan Banjarmasin Menuju Bebas Stunting

SuarIndonesia – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin menggelar Press Conference bersama awak media yang tergabung di Balaikota Banjarmasin, bertempat di Press Room Banjarmasin, Selasa (24/1/2023).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat, M Helfiannor dan diikuti oleh segenap jajaran awak media Press Room Balaikota Banjarmasin.

Dalam kegiatan tersebut, Helfiannor menyampaikan sejumlah capaian DPPKBPM pada Tahun 2022 dan tindak lanjut program penanganan intervensi angka stunting untuk Tahun 2023.

Menurut Helfiannor, terkait dengan pelaksaanan kegiatan Kampung KB, Kampung Baiman atau launching kampung KB pada tahun 2022 sudah dilaunching sebanyak 5 Kampung KB. Sedangkan sejak tahun 2016 ia menyebutkan jumlahnya sudah mencapai 31 Kampung KB.

Baca Juga :
SEGERA Menurunkan Angka Stunting di Kabupaten. Banjar, Ini yang Dilakukan

Selain itu, kata Helfiannor, juga dilaksanakan kegiatan kelompok yang dimana DPPKBPM menjadi koordinator di 5 kecamatan. “Di situ dilaksanakan berbagai macam kegiatan terkait dengan kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan keluarga dan remaja, kegiatan keluarga lansia maupun balita,” paparnya.

Helfiannor mengungkapkan, pada dinas yang dikomandonya tersebut juga berfokus pada 14 lokus kelurahan di Kota Banjarmasin yang angka stunting masih cukup tinggi dan menjadi prioritas pencegahan dan penanganannya.

Diuraikannya, 14 lokus yang menjadi prioritas pencegahan dan penanganan stunting yakni, Teluk Dalam, Gadang, Pekapuran Laut, Mantuil, Kelayan Barat, Pemurus Dalam, Murung Raya, dan Pekauman. Kemudian, Tanjung Pagar, Antasan Kecil Timur, Kuin Cerucuk, Telaga Biru, Banua Anyar, dan terakhir Sungai Bilu.

DPPKBPM Wujudkan Banjarmasin Menuju Bebas Stunting

Di sisi lain, Helfiannor mengutarakan terkait pencegahan stunting, DPPKBPM sudah melaksanakan program DASHAT. Program tersebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.

“Pencegahan stunting yaitu dapur sehat ini sudah berjalan di dua kelurahan yang sedang diproses kemudian juga sudah dibakcup inovasi sama program MBA FoodZi Acting yaitu mobil anter makanan bergizi ayo cegah stunting
Nah di situ kami bekerjasama dengan pihak swasta terkait dengan pendistribusian makanannya,” kata Helfiannor.

Ia menambahkan, DPPKBPM juga membina Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM). “Mereka yang melakukan terkait pedataan masyarakat oleh lima layanan dasar keluarga beresiko stunting. Mereka yang melakukan pendataan kemudian kelola angkat konvergensi sudah berapa persen jumlah layanan yang diterima keluarga stunting seperti jamban sehat, air bersih kemudian terkait dengan BPJS kemudian ibu hamil, terkait balita di lingkungannya nah itu yang sudah dilakukan terkait pemberdayaan masyarakat,”¬†tutupnya.(SU)

 433 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!