DIWANTI-WATI Pangeran Khairul Saleh, Soal Napi Over Kapasitas dan Minimnya Pengawasan

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pihak Kanwil Kemenkumham Kalsel, diwanti-wanti Wakil Ketua Komisi III DPR-RI asal PAN, Pangeran Khairul Saleh.

Itu, menyangkut narapidana over kapasitas, soal pengawasannya dan masalah lainnya.

Hal itu disampaikan Pangeran Khairul Saleh, saat bersama rombongan Komisi III DPR RI kunjungan kerja Reses Masa Persidangan I Tahun 2020, Senin (12/10/2020) lalu.

Sisi lain Pangeran Khairul Saleh mengingatkan Kakanwil Kemenkumham Kalsel soal penghuhi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang over kapasitas.

Baik di Lapas Banjaramsin, Kotabaru dan Banjarbaru.“Dari paparan, maka ini sangat tinggi  over kapasitas yang sudah 529 persen,” bebernya.

Bercemin dari kasus napi yang kabur di lapas luar Kalsel, maka hendaknya di sini dilakukan pengawqsan yang ekstra ketat.

Bahkan dengan napi yang over kapasitas, biasanya pengawasan tidak bisa maksimal.

“Aplagi di Lapas Banjarmasin yang dihuni  1.929 narapidana, dengan petugas pengawasnya hanya 18 orang.”Ini sangat riskan,” tegasnya.

Dari itu, ia mengingaatkan kepada semua Kalapas di Kalsel agar tidak lengah serta tiap saat harus kontrol dan  pastikan sesuai SOP.

Baca Juga :   KAKEK MATNOR Tercebur Bersama Motornya di Lumpuran Sungai dan Melepas Nyawa

“Laksanakan dengan benar, jangan sampai ada narapidana seumur hidup, misalnya  akhirnya berpikir ya mending kabur seperti kasus di lapas daereh lain,” beber Khairul Saleh.

Termasuk diwanti-wanti, alat komunikasi seperti Handphone, jangan sampai ada ditangan narapidana.

”Saya pernah menerima telpon dari orang dikenal, tapi nomernya lain dan orang itu menjalani masa tahanan, minta sesuatu kepada saja.

Saya berpikir dari mana bisa ada alat komunikasi, apakah pinjam atau menyewa dari pegawai lapas. Ini juga perlu dikontrol.

Kemudian soal pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA), juga perlu ketat.

Karena sangat sensitif dan jadi perhatian yang bisa mengarah demo dan lainnya,” pungkas Pangeran Khairul Saleh. (ZI) 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
SENDI RAMADAN, Pembakar Mantan Istri Jalani Pemeriksaan Intensif
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca