DITUDING Pembunuhan Karakter dan Keterangan Palsu, Saksi Suap Pajak Dilaporkan Pengusaha asal Batulicin ke Bareskrim

Bagikan :
DITUDING Pembunuhan Karakter dan Keterangan Palsu, Saksi Suap Pajak Dilaporkan Pengusaha asal Batulicin ke Bareskrim
Ilustrasi Bareskrim Mabes Polri

SuarIndonesia -Dianggap pembunuhan karakter, lantas saksi suap pajak, Yulmanizar dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan memberikan keterangan palsu.

Itu dilaporkan, Samsudin Andi Arsyad atau lebih dikenal Haji Isam, seorang pengusaha asal Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dari keterangan, laporan itu dilakukan Haji Isam melalui kuasa hukumnya, Junaidi.

“Laporan polisi ini, karena Yulmizar telah memberi keterangan palsu yang membunuh karakter klien kami,” ujar Junaidi melalui keterangan pers tertulis, Kamis (7/10/2021).

Diketahui sebelumnya, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mendakwa Angin Prayitno Aji, Dadan bersama tim pemeriksa pajak menerima suap Rp 57 miliar untuk mengatur nilai pajak tiga perusahaan.

Ketiga perusahaan itu, adalah PT Gunung Madu Plantations dan PT Bank Pan Indonesia, dan PT Jhonlin. Suap diberikan melalui konsultan pajak, salah satunya Agus Susetyo

Kemudian Yulmizar bersama seorang konsultan pajak, Agus Prasetyo, dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (4/10/2021).

Perkara ini, terkait dugaan suap pajak PT Jhonlin Baratama dengan terdakwa eks Pejabat Direktorat Pajak, Angin Prayitno.

Junaidi menilai kesaksian yang diberikan Yulmanizar sebagai keterangan yang tidak benar dan menyesatkan. Serta dinilai sebagai kesaksian de auditu.

Junadi menyampaikan kliennya tidak mengenal Agus Susetyo dan Yulmanizar baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Keduanya tidak terlibat dalam kepengurusan dan operasional PT Jhonlin Baratama, sehingga tidak mengetahui hal-hal terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama,” tambah Junaidi.

Junaidi sampaikan kalau Haji Isam merupakan pemegang saham ultimate di Holding Company. Sehingga tidak terlibat dalam kepengurusan dan operasional perusahaan.

“Beliau tidak mengetahui hal-hal terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama,” beber Junaidi.

Menurut Junaidi, keterangan Yulmanizar dalam persidangan itu berusaha membunuh karakter dan telah mencemarkan nama baik kliennya.

Karena itu, Yulmanizar atas dugaan tindak pidana kesaksian palsu, dan pencemaran nama baik dalam Pasal 242, 310, dan/atau Pasal 311 KUHP.

“Laporan ke polisi ini, untuk memulihkan martabat dan nama baik klien kami.

Karena klien kami adalah pengusaha yang telah memberikan banyak kontribusi kepada kepada Negara dengan selalu taat hukum dan banyak membantu dalam pembangunan daerah,” pungas Junaidi. (ZI)

 1,827 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!