SuarIndonesia — Sekitar 100 sisa-sisa kerangka manusia dari Abad Pertengahan telah digali selama proses ekskavasi di lokasi pembangunan sebuah hotel di Dublin, Irlandia.
Situs pemakaman yang berusia lebih dari 1.000 tahun itu ditemukan di Capel Street di mana sebuah biara, St Mary’s, pernah berdiri di sana.
Setidaknya dua dari sisa-sisa kerangka itu diyakini berasal dari awal abad ke-11.
Proses ekskavasi itu dilakukan atas izin sebuah korporasi, Beannchor, yang sedang membangun hotel baru bernama Bullitt Dublin di situs tersebut.
Bangunan biara yang digunakan oleh Ordo Savigniac dan Cistercian diresmikan pada abad ke-12.
Penanggalan karbon dari salah satu kuburan yang ditemukan membuktikan bahwa usianya lebih dari 100 tahun.
Ini sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan pemukiman Kristen di situs itu sudah ada sebelum pembangunan biara St Mary.
Investigasi arkeologis di situs tersebut, yang dahulu merupakan bangunan Boland’s Bakery, juga menemukan fondasi bangunan yang berasal dari tahun 1600-an.

Proyek terbesar dan paling kompleks
Sisa-sisa kerangka manusia itu akan diekskavasi, dibersihkan dan dikirim untuk dianalisa lebih lanjut, sebelum akhirnya diberikan ke National Monuments Services.
Adapun berbagai struktur lain yang ditemukan selama penggalian di situs itu akan dimasukkan ke dalam desain kompleks hotel baru.
Grup korporasi Beannchor, yang menjalankan bisnis hotel dan bar terkenal di Irlandia Utara, telah melakukan restorasi serupa terhadap bangunan bersejarah di masa lalu, termasuk Belfast’s Merchant Hotel, yang dulunya adalah bangunan bank.
Dikatakan proyek yang tengah berlangsung di Dublin ini, sejauh ini, merupakan proyek terbesar dan paling kompleks.
Gedung pertemuan Presbiterian Abad ke-17 akan dijadikan pusat pengembangan konsep bangunan bar dan restoran baru.
Rumah ‘Dutch Billies’ juga akan dilestarikan. Adapun struktur bangunan Toko Roti Boland yang berasal dari tahun 1890, lengkap dengan oven kuno di dalamnya, akan direnovasi dan digunakan kembali.
Edmond O’Donovan, ketua tim penggalian dari Courtney Deery Heritage Consultancy (CDHC), mengatakan, biara St Mary adalah biara abad pertengahan terbesar dan paling kaya di Irlandia pada zamannya.
“Bangunan biara dihancurkan setelah tahun 1540 ketika dibubarkan oleh Henry VIII dan kemudian menjadi tempat pertemuan Presbiterian abad ke-17.
“Salah satu hal yang menggelitik dan mengasyikkan tentang penggalian ini adalah saat kami menemukan kompleks kuburan yang kami duga lebih tua usianya.
“Ada satu kuburan yang analisa karbonnya menunjukkan berasal dari abad ke-11,” paparnya.
“Dan itu menunjukkan bahwa di sini ada peninggalan dari masa Kristen awal dan kemungkinan masa monastik sebelumnya yang mendahului Biara Savigniac dan Cistercian,” tambahnya, seperti dilansir detikNews, Senin (10/7/2023).
Bill Wolsey, direktur pelaksana Beannchor, mengatakan tidaklah mungkin untuk mengetahui apa yang akan terungkap secara keseluruhan dalam proyek ekskavasi yang digelar sejak 2017.
“Seiring berjalannya waktu, kami mulai memahami betapa rumitnya proyek ini,” katanya.

“Dalam pembangunan hotel ini, kami mengedepankan sikap hati-hati untuk tetap melestarikan dan memasukkan unsur-unsur dari peninggalan bangunan awal, yang saat ini kita ketahui sebagai salah satu situs warisan paling penting di kota ini.”
Rencananya Hotel Bullitt Dublin diharapkan diresmikan pada 2025. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















