DISIKAPI, 80 Ton Bangkai Ikan Jangan Dibuang ke Sungai

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2019 - 20:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Menyusul pasca mendadak matinya 80 ton lebih ikan di keramba Banua Anyar jika dibuang di sungai bisa berpotensi mencemari air yang mengalir di Sungai Martapura. Karena itulah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dan Dinas Pertanian diminta segera turun tangan meminimalisasi penuruan kualitas air sungai.

Karena kalau tak segera ditangani mulia sekarang akan berdampak pada kualitas air sungai itu sendiri. Masalahnya, bangkai-bangkai ikan tersebut kini menimbulkan bau busuk yang menyengat dan dapat mengganggu kesehatan pengguna air sungai yang mengalir dan pasang surut.

Pemerhati Lingkungan Kota Banjarmasin Drs H Hamdi, yang dihubungi melalui telepon, Selasa (08/10/2019) mengaku kaget jika ikan yang mati hingga 80 ton dan ini sebuah masalah bersama bukan hanya para peternak ikan saja.

Karena bangkai ikan keramba yang berada di Sungai Martapura itu harus segera diangkat ke darat, jangan sampai dibiarkan membusuk apalagi hingga mengeluarkan bau tak sedap.

“Inilah pentingnya dilakukan penangan Dinas terkait demi terjaganya kualitas air di sungai Martapura. Ini tak bisa dibiarkan dan harus dibantu supaya para petani keramba merasa diperhatikan,’’ ucap mantan Plt Sekda Kota Banjaramsin yang getol soal lingkungan ini.

Mengapa bangkai ikan harus diangkat? Menurut Hamdi, jika membusuk dan menjadi ulat berapa satu ikan mengeluarkannya.

“Coba bayangkan satu ikan kecil saja membusuk baunya sangat menganggu , sehingga harus harus diangkat, jangan dibiarkan membusuk di sungai,” kata Hamdi mengajak berpikir.

Khusus tentang matinya ikan itu, Hamdi menduga akibat pakan ternak ikan yang terendap cukup lama. Yang menyebabkan, kadar oksigen mengalami penurunan.

Baca Juga :   GEGER ! Pemuda Gantung Diri Dalam Rumah di Kuin Selatan

“Pakan ikan tersebut, tidak terserap oleh ikan, sehingga oksigen menjadi sedikit, yang menyebabkan, ikan mengalami kematian,” papar mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin ini.

Jadi, kematian ikan ini, meski tidak ada pengaruhnya terhadap manusia, karena hanya berpengaruh terhadap kondisi kualitas air dalam kontek tingginya bahan organik yang terlarut. Sehingga, menyebabkan, kadar oksigen dalam air menjadi menipis.

Sedangkan, untuk bangkai bangkai ikan tersebut harus segera diangkat. Karena, tentunya menyebabkan, bau yang kurang sedap di kawasan setempat. “Bisa dibayangkan bagaimana baunya ikan mati sebanyak 80 ton tersebut,” ulangnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Hamdi mengimbau kepada para petani ikan di kawasan Banua Anyar, agar tidak terlalu banyak dalam pemberian pakan ikan.

Menurut petani sekitar, matinya ikan hingga 80 ton itu merupakan kejadian terparah selama ini.
Sebelum itu pihak petani pernah meminta bantuan agar diberikan mesin oksigen. Namun hingga sekarang belum digubris oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Kota Banjarmasin, Fitriani, mengatakan atas kejadian tersebut DLH lakukan uji terhadap air sungai yang ada di Benua Anyar. “Kebetulan hari ini DLH ada lakukan pengambilan sampling tahap akhir,” jelasnya (08/10/2019).

Ia menjelaskan memang pengambilan sampling tidak tepat di kawasan keramba, semoga saja sampling tersebut bisa mewakili atas kejadian matinya ikan keramba tersebut. “Memang lumayan jauh dari keramba ikan, semoga bisa mewakili,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
BARITO PUTRA Taklukan PSS Sleman 1-0, Menggusur Persipura Jayapura
KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak
ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi
PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH
PATROLI KHUSUS di Kawasan Mulawarman Pencegahan Aksi Balap Liar

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Jumat, 10 April 2026 - 22:49

WFH ASN Setiap Jumat: Kinerja Diawasi Ketat!

Jumat, 10 April 2026 - 22:40

KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara

Jumat, 10 April 2026 - 22:35

PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH

Kamis, 9 April 2026 - 23:26

DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM

Kamis, 9 April 2026 - 22:01

KASUS KORUPSI PETRAL: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk Riza Chalid

Kamis, 9 April 2026 - 20:41

SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji

Kamis, 9 April 2026 - 00:00

PRESIDEN PRABOWO: Tertibkan SPPG Jalankan MBG tak Sesuai Juknis

Berita Terbaru

Petugas karantina saat mengamankan kura-kura dilindungi yang disamarkan dalam bentuk paket di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Karantina Kalsel)

Kalsel

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:44

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca