DISAMBUT ANTUSIAS Masyarakat Banjar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Pangeran Khairul Saleh

DISAMBUT ANTUSIAS Masyarakat Banjar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Pangeran Khairul Saleh

SuarIndonesia – Anggota MPR RI yang juga Anggota DPR RI Pangeran Khairul Saleh mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan di daerah pemilihannya.

Untuk kali ini sosialisasi 4 pilar yang dilaksanakan di Kabupaten Banjar oleh Pangeran Khairul Saleh mendapat sambutan hangat dan antusias yang luar biasa dari sejumlah unsur masyarakat setempat.

Acara digelar di aula Disdik Kabupaten Banjar Martapura, Sabtu (26/9/2020) menghadirkan ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, terdiri dari ulama, mahasiswa, pemuda, pramuka, DHC 45, dan pendidik.

Sosialisasi ini diawali oleh Abdurrahman dengan pembacaan puisi perjuangan dan upaya mempertahankan NKRI dengan tujuan untuk membangkitkan semangat para peserta.

Menyadari bahwa pelaksanaan dilaksanakan di era pandemi COVUD-19, maka Pangeran Khairul Saleh juga membagi-bagikan masker kepada peserta serta mengingatkan agar semua orang tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Wakil Ketua Komisi III DPR-RI ini menuturkan bahwa sesuai UU 17/2014 yang diamandemen beberapa kali terakhir menjadi UU no 13/2019 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, anggota MPR wajib menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan. Tujuannya antara lain, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

“Apa yang dimaksud dengan empat Pilar Kebangsaan?” tanya mantan Bupati Banjar ini kepada peserta sosialisasi,

Menurutnya, pengertian empar Pilar Kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Implementasi empat pilar harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda.

“Karena apa, empat pilar menjadi cara strategis dalam character building kepada masyarakat. Ketika nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika mampu mereka terapkan di kehidupan sehari-hari, saya yakin efeknya akan luar biasa,” kata legislator dari Dapil 1 Kalsel ini.

Khairul Saleh menegaskan, setiap masyarakat harus menjunjung tinggi toleransi. “Lebih toleran, mau berbagi, gotong-royong dan yang terpenting menghargai perbedaan. Kita perkuat Kebhinekaan,” katanya

“Saya mengajak kita semua untuk mengimplementasikannya dalam berinteraksi di lingkungan tempat tinggal serta masyarakat luas,” pinta politisi PAN asal Kalsel ini.

Ia memaparkan, Pancasila merupakan pilar pertama untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia. Pemikiran dasar mengapa Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sila yang terdapat dalam Pancasila yang menjadi belief system.

Selanjutnya, ia mengatakan, UUD 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tentu saja masyarakat perlu memahami makna yang terdapat pada pembukaan Undang-Undang Dasar tersebut.

Pilar ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pendiri bangsa kita memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia melalui berbagai pertimbangan. Alasan utama para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk negara kesatuan adalah karena sejarah strategi pecah belah (devide et impera) yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena Indonesia belum bersatu pada masa penjajahan.

Setelah negara Indonesia berbentuk negara kesatuan, taktik pecah belah tersebut dapat dipatahkan. Inilah yang menjadi dasar dalam membentuk negara kesatuan.

Dan yang terakhir, pilar keempat Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia memiliki semboya “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi satu”.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara KesatuanRepublik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, ” kata Pangeran Khairul Saleh mengakhiri sosialisasinya.

Di akhir acara semakin bergelora dan bersemangat ketika dibuka dialog dan kuis berhadiah menyangkut pemahaman 4 pilar dalam penerapan di berbagai sendi kehidupan.

Pada acara ini secara simbolis diserahkan paket buku 4 pilar kepada perwakilan mahasiswa, pramuka dan DHC 45 serta seluruh peserta.(RA)

 484 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: