SuarIndonesia – Setelah sekian lama dinantikan, bangunan jembatan di Jalan Gerilya Kecamatan Banjarmasin Selatan akhirnya selesai dibangun.
Secara simbolis, jembatan yang menelan biaya sebesar Rp13 M lebih dari APBD Kota Banjarmasin itu, diresmikan oleh Wali Kota, Ibnu Sina, Rabu, (30/12) pagi.
Keberadaan jembatan ini pun seakan-akan menjadi solusi bagi warga setempat, yang selama ini kerap mengeluh dengan kondisi jembatan sebelumnya.
“Kalau dulu sering macet di sini sampai ke jalan Haur Kuning. Apalagi saat hari minggu,* ucap Miah (58), pada awak media.
Selain itu, menurut warga Jalan Kelayan A itu saat jembatan sebelumnya yang hanya berbahan dasar kayu kerap tergenang ketika air sungai pasang.

“Sekarang jembatannya besar. Tidak lagi macet. Sudah enak dilewati kalau mau pergi ke majelis,” timpal Sarinah (60), Warga Jalan Gerilya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, bahwa jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 10 meter ini, bisa melayani warga di tiga kelurahan. Yaitu kelurahan Kelayan Timur, Murung Raya dan Tanjung Pagar.
Di mana usulannya sudah ada sejak 2007 era Wali Kota Yudhi Wahyuni, dan baru bisa diwujudkan pada tahun ini.
“Seperti mimpi yang jadi kenyataan. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Ibnu.
Ibnu berharap, keberadaan jembatan yang didesain dengan model melengkung itu tidak mematikan jalur transportasi sungai di kawasan tersebut.
Karena menurutnya, pembangunan jembatan sengaja dibuat melengkung agar bisa memberi ruang bagi alat transportasi sungai melintas di bawahnya.
“Kita harapkan kelotok atau jukung yang biasa digunakan warga masih juga bisa dimanfaatkan warga setempat,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















