DICURIGAI Varian Delta Sudah Masuk, Meningkat Drastis Covid-19 di Kalsel

- Penulis

Minggu, 18 Juli 2021 - 21:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia- Pada tanggal 14 Juli penambahan kasus Covid-19 di Kalsel berjumlah 393 orang dan 493 orang penambahan kasus esok harinya.

Kemudian, pada tanggal 16 Juli kasus baru berjumlah 345 orang, sedangkan tanggal 17 Juli penambahan kasus baru 645.

Minggu tanggal 18 Juli kasus covid di Kalsel masih menanjak dengan penambahan 299 orang.

Dengan penambahan kasus baru yang cukup tinggi tersebut secara kumulatif kasus Covid-19 di Kalsel menyentuh angka 40.029 yang terdiri dari 35.531 sembuh, 3.357 dirawat, dan 1.141 meninggal dunia.

Meningkatnya kasus Covid-19 tersebut memunculkan kecurigaan bahwa varian delta sudah mulai masuk ke Kalsel.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM. Muslim, menyebut bisa jadi varian delta sudah masuk meskipun sampai saat ini berdasarkan konfirmasi laboratorium belum ditemukan.

“Sampai saat ini belum ada laporan dari spesimen yang kita kirim. Konfirmasi laboratorium soal varian delta belum ada.

Dari dugaan bisa jadi varian delta sudah masuk karena melihat kecepatan penularan dan sudah ditemukan di daerah tetangga, sehingga kita perlu waspada dengan varian delta ini,” kata Muslim, Minggu (18/7/2021).

Pria yang juga bertugas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, ini mengatakan spesimen yang dicurigai sudah banyak yang dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan. Laboratorium PCR di Kalsel seperti BBTKLPP, RS Pertamina, RS Tapin, RS Ulin, dan RS Ansari Saleh sudah mengirim spesimen dengan kriteria yang dicurigai varian delta, namun hingga saat ini belum ditemukan konfirmasi dari litbang Kemenkes.

“Mungkin saja kenaikan kasus karena tingkat penularan tinggi. Case fatality rate kita masih tinggi yaitu 2,85 persen.

Bisa jadi juga karena faktor berkaitan protokol kesehatan yang mulai abai. Banyak kemungkinan faktor kenaikan kasus tersebut,” beber Muslim.
Dijelaskan Muslim, gejala varian delta secara umum sama dengan gejala varian sebelumnya.

Baca Juga :   RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Bedanya, varian delta menyebabkan diare dan ujungnya seperti varian sebelumnya yaitu sesak nafas.

Ditambahkannya, kecepatan varian delta 2 kali lipat lebih menyebabkan resiko berat sehingga masuk rumah sakit. “Kecepatan penularannya 60 persen,” ucapnya.

Muslim memastikan meskipun varian baru vaksin jenis sinovac tetap memberikan efek perlindungan.

Dikatakannya, vaksin membuat kemampun meningkatkan anti bodo di level masyarakat.

Bagi yang sudah divaksin jija terpapar kondisi lebih ringan daripada yang tidak divaksin, angka kematian juga lebih banyak yang tidak divaksin.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah tetap berupaya agar vaksin mencapi head imunity paling tidak 70 persen dri kumpulan masyarakat

“Meskipun varian baru tetap berimbas. Vaksin jalan terus sampai saat ini tetap diteruskan dan sampai saat ini efektivitas bagus.

Kita tetap mempercepat vaksinasi, kita berkejaran dengan serangan dan berkejaranan dengan bertahan.

Bertahan dengan divaksin. Vaksin sifatnya menghasilkan antibodi. Antibodi tiap orang berbeda dipengaruhi banyak faktor, masing-masing individu sesuai kondisi tubuh kita.

Kekuatan seseorang menciptakan antibodi dari dorongan vaksin. Vaksin sifatnya aktif membentuk antibodi, sedangkan antibodi yang dibentuk tubuh secara alami bisa saja tidak aktif karena faktor tertentu sehingga perlu dorongan vaksin,” terangnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca