DEMI BERTAHAN Hidup, Motoris Harus Rela Menjual Harta

- Penulis

Senin, 9 Agustus 2021 - 23:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Nasib malang dialami oleh Saibani, motoris kelotok wisata ini terpaksa harus menjual harta benda miliknya untuk menghidupi keluarganya.

Bukan tanpa alasan, hal itu terjadi karena selama diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banjarmasin, sektor pariwisata wajib tutup alias dilarang beroperasi, termasuk kelotok wisata.

Alhasil, alat transportasi tradisional yang digunakan untuk membawa wisatawan berkeliling menyusuri sungai-sungai di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini tak bisa berlabuh lantaran sepinya kunjungan.

Saibani menuturkan kalau pun berlabuh, tak semua motoris kebagian giliran lantaran tak adanya penumpang.

“Yang berlabuh pun paling maksimal hanya bisa membawa pulang Rp100 ribu,” tambahnya.

Kondisi itu, diperparah dengan diterapkannya PPKM Level 4, sejak tanggal 26 hingga 8 Agustus lalu. Selama dua pekan itu, para motoris kelotok wisata benar-benar merasakan tak adanya penumpang

Sehingga, tak ada pilihan lain. Untuk bertahan, para motoris menurutnya menjual apa yang bisa dijual untuk dapat bertahan hidup.

Ia pun lantas berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan kepada para motoris. Paling tidak, melalui sejumlah paket berisi sembako.

“Selama pandemi ini sudah dua buah sepeda motor yang saya jual. Kami berharap semoga pandemi lekas berakhir, agar kita semua bisa kembali bekerja dengan nyaman,” tukasnya.

Ia membeberkan, selama pandemi melanda Ibukota Kalsel ini, bantuan yang datang dari Pemerintah Kota bisa dihitung dengan jari.

Bahkan, bantuan yang datang pun justru lebih banyak dari pihak lain ketimbang bantuan dari pemerintah.

Baca Juga :   BANK INDONESIA Hidupkan Semangat Pahlawan Dalam Lembaran Rupiah

“Itu pun setahu saya hanya di tahun 2020. Bantuan di tahun 2021, nihil,” tandasnya.

Sementara itu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak, menampik bahwa pihaknya tidak ada memberikan bantuan.

Ia menilai, bantuan bahkan sudah disalurkan kepada para motoris sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Kota Banjarmasin.

“Misalnya bantuan untuk keselamatan penumpang, yakni life jacket, masker dan alat cuci tangan. Kemudian saat banjir besar awal tahun tadi, kami memberikan bantuan sembako bekerja sama dengan instansi lain,” ungkapnya.

Ditanya apakah bakal ada bantuan terbaru yang diberikan, Ikhsan mengaku bakal mendata terlebih dahulu apa yang sebenarnya bakal dibutuhkan oleh para motoris.

“Kami tidak ingin memberikan bantuan yang tidak terlalu banyak manfaatnya. Kami ingin bantuan yang lebih bermanfaat dan dibutuhkan mereka. Sesegeranya akan kami wujudkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, menyikapi terkait apakah ada kemungkinan membuka sektor pariwisata, Ikhsan mengatakan bahwa persoalan dibuka atau tidaknya pariwisata itu tergantung hasil rekomendasi Satgas Covid-19.

Yang menurutnya, hingga saat ini rekomendasi tersebut belum ada.

“Tapi, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya. Bila memang sudah ada rekomendasi untuk buka ya akan dibuka. Dan kami akan mengisinya dengan berbagai kegiatan, salah satunya Pasar Terapung,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
DIDUKUNG Pemkab Balangan Program Pascasarjana ULM
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca