CURAH Hujan Meningkat jadi Tantangan Pascapanen

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 20:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Azwar Fuad meninjau aktivitas penggilingan di Desa Lampuyang belum lama ini. (Foto: Dok ANTARA/Norjani)

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Azwar Fuad meninjau aktivitas penggilingan di Desa Lampuyang belum lama ini. (Foto: Dok ANTARA/Norjani)

SuarIndonesia — Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyebutkan peningkatan curah hujan saat ini menjadi tantangan bagi petani pada masa pascapanen.

“Kendala yang lebih besar adalah kadar air gabah kering giling yang sulit dicapai saat masih banyak hujan seperti sekarang ini,” kata Kepala Perum Bulog Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Kalteng, Senin (28/4/2025).

Fuad menegaskan, sesuai penugasan pemerintah pusat, Bulog siap menyerap gabah kering panen (GKP).

Namun, masalah kadar air perlu menjadi perhatian bersama karena akan berpengaruh terhadap kualitas beras yang dihasilkan.

Gabah kering yang baru dipanen, dijemur terlebih dulu. Untuk menghasilkan beras berkualitas, ada ketentuan kadar air yang ditetapkan yaitu 14 persen.

Terkait masalah ini, Bulog bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur terus melakukan sosialisasi untuk mengedukasi petani terkait tahapan pascapanen, khususnya pengeringan gabah.

Untuk mencapai standar kadar air tersebut, gabah kering harus dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 14 persen.

Jika dipaksakan digiling dengan kondisi kadar air belum sesuai standar, maka beras yang dihasilkan akan pecah, sehingga kualitasnya berkurang.

“Dengan masih sering hujan saat ini, sangat sulit untuk mencapai kadar air 14 persen, sehingga perlu dijemur dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya sampai lebih dari tujuh hari. Nah, itu kan cukup merepotkan petani,” ujar Azwar, dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Hingga saat ini Bulog sudah menyerap sebanyak 258.380 kilogram gabah kering panen (GKP) dari petani di Kotawaringin Timur.

Baca Juga :   DISIAPKAN Alternatif Penanganan Banjir Jangka Pendek dan Panjang

Serapan terbanyak berasal dari Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit yang memang merupakan lumbung padi Kotawaringin Timur.

Total luas tanam di Kotawaringin Timur pada 2025 ini lebih dari 8.000 hektare.

Jika diasumsikan potensi panen 4 ton per hektare, maka sedikitnya ada 32.000 ton gabah yang akan dihasilkan.

Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan, pada 2025 ini ditargetkan menyerap gabah minimal 1.700 ton.

Bulog optimistis bisa mencapai target tersebut dan menegaskan selalu siap menyerap gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

“Untuk pembayaran itu ada dua jenis bisa dibayar tunai ataupun ditransfer. Cuma memang prosesnya itu sebelum bisa dibayar, mereka petani harus menyerahkan KTP untuk dimasukkan di sistem Bulog. Kalau sudah di-input dan di-ACC baru bisa dibayarkan,” jelas Azwar Fuad. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
ADHYAKSA FC Berpeluang Bermarkas di Palangka Raya
PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca