SuarIndonesia — Ratusan santri Pesantren Ramadhan terlihat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh ustadz maupun ustadzahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa (5/4/2022) pagi.
Dengan mengenakan setelan atas berwarna putih untuk dan bawahnya berwarna hitam, para santri yang mayoritas berasal dari sekolah-sekolah Banjarmasin itu terlihat khusyuk menyimak apa yang disampaikan pemateri.
Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Darul Quthni menjelaskan, Pesantren Ramadhan ini merupakan program rutin yang setiap tahunnya diadakan oleh pihaknya melalui Angkatan Muda Sabilal Muhtadin (AMSM).
“Yang membedakan hanyalah jumlah peserta yang ikut,” ucapnya usai memberikan sambutan pembukaan.

“Seperti dua tahun kemarin yang masih pandemi dan terdapat pembatasan, tentu kuota pesertanya tidak seperti sekarang,” tambahnya.
Namun, di tahun ini, jumlah santri Pesantren Ramadhan yang ikut dipastikan lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 421 orang, dengan rincian 81 sahtri dari siswa SD, sisanya dari umum.
“Sekarang kan sudah memasuki new normal. Jadi jumlah santri yang ikut lebih banyak dan intensitas kegiatannya juga lebih beragam,” ungkapnya.
Di sisi lain, menurut Quthni, jumlah keterlibatan sponsor yang ikut serta membantu jalannya program Pesantren Ramadhan di tahun ini juga lebih banyak.
Karena itu, Quthni berharap agar target yang sudah dipasang oleh Angkatan Muda Sabilal Muhtadin sebagai pelaksana Pesantren Ramadhan bisa memberikan sebuah kontribusi edukatif bagi para peserta yang berasal dari kaum milenial.
“Minimal tertanam dalam diri mereka perilaku atau sifat cinta dan memakmurkan masjid sejak dini, di samping pemberian ilmu spiritualitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Shodiq Anshory menjelaskan, program tahunan ini dimulai per 3 Ramadhan 1443 H atau 5 April sampai dengan 24 April 2022 nanti.
Ia menerangkan, dari segi jumlah, peserta pesantren ramadhan tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran ada dari kalangan pelajar tingkat SD kelas 5 dan 6.
Hanya saja menurutnya, waktu belajar peserta dari kalangan pelajar SD lebih singkat dibanding peserta dari kalangan umum.
“Untuk peserta dari pelajar SD masuk dari jam 9 pagi dan pulang sesudah salat zuhur berjamaah,” terangnya.
“Sedangkan bagi peserta dari kalangan umum masih ada lagi materi setelah salat zuhur berjamaah. Baru pulang setelah salat asar berjamaah,” sambungnya lagi.
Materi yang diberikan selama hampir satu bulan itu antara lain tentang tauhid, baca tulis Al Qur’an, akhlak dan materi umum lainnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















