SuarIndonesia — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat pengawasan di Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mencegah masuk dan menyebarnya Virus Nipah melalui lalu lintas orang dan komoditas lintas negara.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalsel Isrokal di Banjarmasin, Minggu (8/2/2026), mengatakan penguatan pengawasan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan bahaya Virus Nipah, HIV/AIDS, serta Tuberkulosis (TBC).
“Pentingnya pengendalian lalu lintas hewan, produk hewan, tumbuhan, dan produk tumbuhan yang berpotensi menjadi media pembawa Virus Nipah. Pengawasan dilakukan secara berlapis melalui penerapan sistem pre-border, at-border, dan post-border sesuai standar nasional karantina,” ucapnya.
Menurut dia, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama pergerakan orang dan komoditas sehingga memiliki risiko tinggi terhadap masuknya penyakit hewan menular strategis.
“Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan, terutama terhadap komoditas berisiko tinggi,” tuturnya.
Ia menyebutkan berbagai langkah kewaspadaan antara lain seperti penolakan atau pemusnahan pemasukan kelelawar, babi, dan kuda dari negara yang terinfeksi atau belum dinyatakan bebas Virus Nipah, serta pengawasan berbasis risiko terhadap produk hewan dan tumbuhan yang masuk ke wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.
Isrokal mengimbau penumpang agar tidak membawa atau memasukkan komoditas yang berpotensi menjadi media pembawa Virus Nipah, seperti daging dan buah-buahan dari negara-negara yang memiliki riwayat kasus, di antaranya India, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan Filipina.
Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta mematuhi seluruh ketentuan karantina dengan tidak melakukan pemasukan ilegal media pembawa serta segera melaporkan temuan hewan sakit atau kematian tidak wajar kepada petugas berwenang.
“Penguatan pengawasan di pintu masuk negara diharapkan menjadi benteng pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keamanan sumber daya hayati nasional, serta mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi udara,” ujar Isrokal, dilansir dari AntaraNews.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan PT Angkasa Pura bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin tersebut, dalam rangka memperingati Bulan Peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















