CEGAH Virus Nipah Karantina Kalsel Perkuat Pengawasan Bandara

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalsel Isrokal (kiri) memberikan paparan saat kegiatan sosialisasi deteksi dini, pencegahan, dan penanganan bahaya Virus Nipah, HIV/AIDS, serta Tuberkulosis (TBC) di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Dok Karantina Kalsel)

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalsel Isrokal (kiri) memberikan paparan saat kegiatan sosialisasi deteksi dini, pencegahan, dan penanganan bahaya Virus Nipah, HIV/AIDS, serta Tuberkulosis (TBC) di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Dok Karantina Kalsel)

SuarIndonesia — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat pengawasan di Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mencegah masuk dan menyebarnya Virus Nipah melalui lalu lintas orang dan komoditas lintas negara.

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalsel Isrokal di Banjarmasin, Minggu (8/2/2026), mengatakan penguatan pengawasan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan bahaya Virus Nipah, HIV/AIDS, serta Tuberkulosis (TBC).

“Pentingnya pengendalian lalu lintas hewan, produk hewan, tumbuhan, dan produk tumbuhan yang berpotensi menjadi media pembawa Virus Nipah. Pengawasan dilakukan secara berlapis melalui penerapan sistem pre-border, at-border, dan post-border sesuai standar nasional karantina,” ucapnya.

Menurut dia, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama pergerakan orang dan komoditas sehingga memiliki risiko tinggi terhadap masuknya penyakit hewan menular strategis.

“Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan, terutama terhadap komoditas berisiko tinggi,” tuturnya.

Ia menyebutkan berbagai langkah kewaspadaan antara lain seperti penolakan atau pemusnahan pemasukan kelelawar, babi, dan kuda dari negara yang terinfeksi atau belum dinyatakan bebas Virus Nipah, serta pengawasan berbasis risiko terhadap produk hewan dan tumbuhan yang masuk ke wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.

Isrokal mengimbau penumpang agar tidak membawa atau memasukkan komoditas yang berpotensi menjadi media pembawa Virus Nipah, seperti daging dan buah-buahan dari negara-negara yang memiliki riwayat kasus, di antaranya India, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan Filipina.

Baca Juga :   ULM Ungkap Kondisi Satu Korban Selamat dari Laka Maut Rombongan KKN

Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta mematuhi seluruh ketentuan karantina dengan tidak melakukan pemasukan ilegal media pembawa serta segera melaporkan temuan hewan sakit atau kematian tidak wajar kepada petugas berwenang.

“Penguatan pengawasan di pintu masuk negara diharapkan menjadi benteng pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga keamanan sumber daya hayati nasional, serta mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi udara,” ujar Isrokal, dilansir dari AntaraNews.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan PT Angkasa Pura bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin tersebut, dalam rangka memperingati Bulan Peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
TERBAKAR GUDANG Penyimpan Barang Bangunan di Samping Wisma Antasari, Tiga Motor Buruh Turut Hangus

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38