SuarIndonesia – Upaya merevitalisasi nilai-nilai Pancasila tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi kini difokuskan pada unit terkecil masyarakat: keluarga.
Dalam kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Desa Sungai Paring, Kecamatan Kandangan, kelompok emak-emak (ibu-ibu) menjadi sasaran utama, Jumat (24/10/2025).
Langkah strategis ini diambil karena emak-emak dianggap sebagai pondasi pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak dan penguatan ketahanan keluarga.
Kapolsek Kandangan, I Putu Suadirka, yang hadir sebagai narasumber, mengapresiasi pendekatan ini.
Menurutnya, penanaman ideologi bangsa idealnya dimulai sejak dini, dan keluarga adalah sekolah pertamanya.
“Revitalisasi dan aktualisasi ini seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil, sejak anak-anak sekolah, untuk menumbuhkan rasa kenegaraan.
Kalau dari kecil tidak diberikan pemahaman tentang ideologi Pancasila, nanti mudah dimasuki pengaruh lain,” ujar I Putu Suadirka.
Ia menilai, program yang menyasar langsung kelompok ibu-ibu dengan diskusi interaktif ini sangat “mengena” atau tepat sasaran.
Pendekatan ini memungkinkan nilai-nilai kebangsaan disampaikan secara efektif untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan nyata di rumah.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, SM, yang menggagas kegiatan, juga menekankan pentingnya aplikasi praktis Pancasila di tengah keluarga.
Ia mencontohkan pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang tercermin dari sikap toleransi dan antusiasme masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
“Tadi kita sama-sama menggali dari ibu-ibu tentang nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan.
Alhamdulillah, di HSS ini masyarakat sangat antusias, terutama dalam kegiatan-kegiatan pengajian,” kata H. Kartoyo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanaman nilai ini di dalam keluarga berfungsi sebagai benteng utama.
“Nilai-nilai Pancasila perlu diaplikasikan, untuk membentengi jangan sampai ada ideologi-ideologi yang kurang pas dengan kebudayaan kita, misalkan radikalisme.
Jadi sudah terbentengi karena memang nilai-nilai Pancasila ini membentengi dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya.
Kegiatan Sosrev diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat ideologis (revitalisasi) dan mendorong penerapan nyata (aktualisasi) Pancasila, yang dimulai dari keteladanan seorang ibu kepada anggota keluarganya. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















