CEGAH Karhutla di Kalsel, BMKG Laksanakan Modifikasi Cuaca

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan bersama tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Lanud Sjamsudin Noor melepas keberangkatan pesawat Casa yang mengangkut garam untuk operasi modifikasi cuaca di Kalsel, Kamis (14/8/2025). (ANTARA/Firman)

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan bersama tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Lanud Sjamsudin Noor melepas keberangkatan pesawat Casa yang mengangkut garam untuk operasi modifikasi cuaca di Kalsel, Kamis (14/8/2025). (ANTARA/Firman)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Operasi ini kami rencanakan 10 hari ke depan menggunakan pesawat Casa dari Skuadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang didukung penuh Lanud Sjamsudin Noor,” kata Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan di Banjarbaru, Kamis (14/8/2025).

Edison mengatakan pesawat Casa terbang hingga dua kali dalam sehari dengan menabur 800 kilogram NaCl garam.

Dipilihnya waktu saat ini untuk modifikasi cuaca berdasarkan potensi ketersediaan awan yang optimum di wilayah Kalsel.

Sehingga ketika ditabur garam yang berfungsi menyerap uap air di atmosfer maka semakin berat dan terbentuk awan yang diharapkan bisa terjadi hujan.

“OMC adalah upaya pencegahan supaya tidak terjadi kebakaran lahan karena dengan hujan maka lahan menjadi basah tentu sulit api menyala,” ujarnya.

Edison mengungkapkan pula hasil monitoring tinggi muka air tanah pada lahan gambut pada 13 Agustus 2025 masih potensi tinggi terjadi karhutla.

Dia menyebut 65 persen area gambut yang tersebar di tujuh wilayah kabupaten yakni Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Barito Kuala kondisi tinggi muka air tanah 0 sampai 40 centimeter di bawah permukaan tanah.

Baca Juga :   KABUT ASAP MEMBURUK, Siswa PAUD-SD Palangka Raya Diimbau Belajar di Rumah

Sedangkan sisanya kurang dari 40 centimeter dan berpotensi terus menyusut hingga kering sehingga rawan terjadinya karhutla terlebih pada puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi September mendatang.

“Maka penting lahan gambut ini selalu basah agar tidak mudah terbakar, karena jika kering maka ketika muncul titik api sulit dipadamkan,” kata Edison, dilansir dari ANTARANews.

Sementara Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Suparjo mengaku siap mendukung penuh dari aspek personel, fasilitas maupun sarana prasarana sehingga seluruh kegiatan OMC dapat berjalan aman, lancar dan sesuai rencana.

“Jaga selalu koordinasi yang baik dan tentunya mengutamakan faktor keselamatan,” tegasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAFARI “JUMAT KELILING” Serentak di Banjarbaru dan Banjar
WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru
MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah
“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur
GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah
IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI
EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca