SuarIndonesia – Progres pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor sudah mencapai 94 persen.
Dari dua paket pekerjaan, Paket II yang melingkupi pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang, dan perluasan apron sudah 100 persen.
Sebelum resmi beroperasi, Rabu (6/11) besok, terminal baru terlebih dahulu diverifikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Direktorat Kementerian Bandar Udara, Kemenhub, melakukan verifikasi tersebut.
Kepastian verifikasi ini dibenarkan Humas Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Enggo Catur Srianto, Selasa (5/11).
“Sebelum beroperasi tiap terminal baru wajib diverifikasi, kemarin juga sudah dilakukan praverifikasi. Setelah verifikasi tahap selanjutnya soft opening lalu pengoperasian,” ujar Enggo.
Enggo memyebut verifikasi adalah syarat mutlat untuk terminal baru. Ia mengibaratkan makanan sebelum disajikan harus dicicipi terlebih dahulu. “Apa saja yang diverifikasi kita tunggu saja besok,” urainya.
Sementara itu, terkait pembangunan akses bandara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib, menjelaskan
tahun ini pihaknya sudah mengucurkan Rp40 miliar untuk membangun empat titik jalan.
Yakni Jalan Golf sepanjang 500 meter, dengan nilai kontrak Rp4,51 miliar. Lalu, paket Simpang 3 Lingkar Utara – Simpang 3 Jalan Golf sepanjang 606 meter senilain Rp9,4 miliar.
Kemudian, paket Jalan Simpang 3 Golf – Jalan Kasturi sepanjang satu kilometer, dengan nilai kontrak Rp17,7 miliar.
Serta, paket Jalan Kasturi – Jalan Akses Bandara – Jalan Lingkar Utara (paket II) sepanjang 320 meter, dengan dana Rp4,96 miliar.
“Saat proyek empat titik itu selesai, masih ada sekitar 6 kilometer jalan yang belum beraspal. Pada APBD Perubahan 2019 dianggarkan lagi Rp25 miliar untuk melanjutkan pengaspalan, tapi cuma bisa sekitar tiga kilometer. Sisanya tahun berikutnya lagi,” ujar Yasin.
Untuk melanjutkan pembangunan akses bandara yang diberi nama Jalan Lingkar Utara tersebut pada 2020 mereka diusulkan anggaran sebesar Rp45 miliar.
“Dengan anggaran sebesar itu, tahun depan ada tiga paket proyek yang akan kami kerjakan,” katanya.
Dia merincikan, paket pertama yaitu pembangunan jalan dari Simpang 3 Jalan Golf hingga Jalan Kasturi dengan anggaran Rp10 miliar.
“Di akses ini masih terdapat jalan yang lebarnya cuma 7 meter dengan panjang sekitar 1,1 kilometer. Nah, Pada 2020 akan kami lebarkan menjadi 14 meter,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk paket kedua pembangunan jalan dari Simpang 3 Lingkar Utara atau Jalan Gubernur Syarkawi menuju Simpang 3 Jalan Golf dengan alokasi dana Rp15 miliar.
“Paket 2 ini juga untuk menyelesaikan pelebaran jalan yang saat ini masih 6 meter menjadi 12 meter. Panjang jalan yang dilebarkan kurang lebih 500 meter,” bebernya.
Kemudian untuk paket 3, Yasin menyampaikan, yaitu peningkatan Jalan Kasturi- Simpang 3 Lingkar Banjarbaru dengan dana sebesar Rp20 miliar.
“Paket ini berada di ruas jalan yang langsung bersambung dengan pintu masuk utama terminal bandara baru.
Ada 2 kilometer masih dalam bentuk pengerasan. Tahun depan baru pengaspalan dengan lebar jalan 20 meter, ” ucapnya.
Meski beberapa titik belum diaspal, dia menyampaikan bahwa akses bandara sudah bisa dilintasi masyarakat.
“Hanya saja masih ada beberapa titik jalan yang belum dilebarkan gara-gara pembebasan lahan yang belum tuntas, tapi secepatnya akan diselesaikan,” pungkasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















