Bulan Juni Deadline Pembebasan Lahan Jembatan Sungai Lulut

- Penulis

Sabtu, 11 Mei 2019 - 02:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) selaku penyedia proyek memberikan deadline atau batasan ketersediaan lahan, yaitu bulan Juni.

Bahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar sedang menyiapkan penyediaan lahan peningkatan tiga jembatan Sungai Gardu dan Sungai Lulut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Thoyib menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengumumkan lelang paket pekerjaan tiga jembatan tersebut.

Dikatakannya, pagu proyek peningkatakan tiga jembatan itu senilai Rp19. 508 miliar.  “Saat ini sedang dilaksanakan proses tawar menawar, belum penetapan pemenang lelang,”  ujar Yasin, Jumat (10/5).

Berdasarkan data yang ada tercatat 35 perusahaan mengikuti proses lelang proyek tersebut.

Dari 35 perusahaan, PT Multi Usaha Pembangunan menjadi penawar terendah, yaitu Rp18.661 miliar, diikuti PT Hasrat Jaya Utama Rp18.899 miliar dan PT Pandji Pratama Rp19.131 miliar.

Yasin menambahkan, pihaknya akan melaksanakan kontrak kerja dengan pemenang lelang setelah pembebasan lahan selesai.

Ia pun memberikan batasan bulan Juni harus sudah tersedia lahan.

Sebab pekerjaan akan molor apabila Juni belum dilaksanakan.

“Kontrak kerja kami laksanakan setelah lahan tersedia.

Lahan harus sudah siap bulan Juni, kalau Juni tak tersedia pekerjaan molor.  Pemasangan dan pengiriman tiang pancang aja membutuhkan waktu dua bulan, belum lagi pekerjaan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifuddin menambahkan, warga harus membawa dokumen kepemilikan bangunan mereka untuk mendapatkan ganti rugi.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Pemetaan dan pengukuran lahan sudah dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Semua akan dilakukan verifikasi atas hak mereka dulu. Sebelum menetapkan harga ganti rugi,” terangnya.

Diungkapkannya, teknis yang diterapkan kali ini memang berbeda dari biasa, di mana mendahulukan verifikasi dokumen kepemilikan sebelum penyampaian harga, untuk mengetahui besar kecilnya kendala yang akan dihadapi. “Begitu sudah diverifikasi maka akan diketahui mana yang pembayaran lancar dan mana yang potensi konsinyasi.

Kalau tak begini kami akan kerja dua kali, jadi tak bolak balik,” cetusnya.

Berdasarkan pengalaman pembebasan lahan sebelumnya, ketika harga ditetapkan dan disampaikan terlebih dahulu kepada warga, ternyata pemilik tak bisa menunjukan dokumen kepemilikan.

Bahkan ada yang dijaminkan ke bank. “Ini akan memperlambat.

Bagi yang tak bisa menunjukkan dokumen, kami bisa melalui konsinyasi,” imbuhnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca