Suarindonesia – Untuk kesekian kalinya antara aparat penegak perda dan warga sipil ini tak bosan-bosannya bermain bongkar pasang. Pasalnya, meski beberapa kali ditertibkan, warga penghuni setia kolong Jembatan Antasari ini terus-terusan kembali dan ngotot menempati lokasi terlarang itu.
Satpol PP pun terpaksa mengobrak-abrik hunian warga bawah jembatan itu, Kamis (14/3). Dalam pembongkaran itu penghuni nampak pasrah sama sekali tidak melakukan perlawanan. Hanya saja terlihat tidak rela sambil menangis, dan teriak ‘tidak berprikemanusiaan’ saat barang-barangnya dimasukkan ke dalam truk Satpol PP.
Kasi Operasi Pengendalian Pol PP Kota Banjarmasin, Drs HM Fahmi mengatakan penertiban merupakan atas dasar peraturan daerah dan undang-undang juga merupakan perintah atasan.
Penertiban juga sudah yang kesekian kalinya, padahal warga yang bersangkutan sudah diberikan pembinaan oleh Dinsos dengan diberikan keterampilan.

“Karena melanggar ketertiban, ya terpaksa kami tertibkan lagi,” kata Fahmi di sela penertiban.
Fahmi melanjutkan, pihaknya bingung mengapa mereka kembali menempati lokasi tersebut. Mereka kata Fahmi merasa hunian itu tempat yang nyaman, padahal mereka sendiri sudah diberikan arahan agar menyewa atau menghuni rusun.
Ia pun memastikan, setelah ini warga tidak kembali lagi dan itu yang terakhir kali.
Dikatakan, bagaimana upaya memastikan itu, meyakinkan bersama danton personel terus melakukan patroli rutin setiap harinya. Apabila ditemui melakukan hunian, maka segera ditindak.
“Kami harap ini yang terakhir kalinya dan warga yang bersangkutan bisa mencari hunian yang tentunya tidak melanggar aturan,” bebernya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















