BOCAH PEREMPUAN di Banjarmasin jadi Korban Kekerasan Ayah Kandung

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bocah ilustrasi

Foto bocah ilustrasi

SuarIndonesia – Kasus sempat menghebohkan jagat maya tentang dugaan penyekapan seorang bocah perempuan di sebuah rumah kosong di kawasan Banjarmasin Barat, akhirnya menemui titik terang.

Namun yang lebih mengejutkan, ternyata bocah berusia 5 tahun tersebut justru menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh ayah kandungnya sendiri.

Informasi ini diungkapkan langsung Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Assepa melalui Kanit PPA, Iptu Partogi Hutahahean, Jumat (4/7/2025).

“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, kami tidak menemukan unsur penyekapan.

Namun, ada bukti kuat bahwa korban mengalami tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, ,” ujar Partogi.

Tindak kekerasan itu dipicu korban buang air kecil di atas kasur. Lebih parahnya, kekerasan tersebut bukan kali pertama terjadi.“Tersangkan mengaku pernah menyulut rokok ke punggung korban dan melemparkan botol kecap ke dahinya, sebulan sebelum kejadian viral itu,” tambah Partogi.

Peristiwa menyedihkan ini terjadi di kediaman tersangka di Jalan Raya Purnasakti, Banjarmasin Barat, Pada Selasa (27/6/2025).

Kasus baru terungkap setelah ibu kandung korban, Normalia, yang tinggal di Tanjung, Tabalong, melaporkan ke Polresta Banjarmasin pada Kamis ( 12/6/2025).

Baca Juga :   KASUS PORNO AI di Banjarmasim, Ada Pejabat Publik jadi Korban

“Tersangka dan ibu korban sudah berpisah, korban sendiri ikut dengan tersangka dan isterinya,” ucapnya

Korban berinisial FNR mengalami luka fisik di bagian bibir, memar di pipi, serta trauma berat secara psikis.

Tersangka berhasil ditangkap Unit Ops Macan Polresta Banjarmasin di kediamannya, pada Kamis (3/7/2025) sore.

Dalam hal ini, jika terbukti bersalah akan dijerat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga juncto UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.(YI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru
KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:13

TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Kalsel

RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:11

Kalsel

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Senin, 2 Nov 2026 - 21:46

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56