BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Es saat Kemarau Basah

- Penulis

Kamis, 11 Juli 2024 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Hujan deras melanda kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. [Arsip ANTARA]

Hujan deras melanda kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. [Arsip ANTARA]

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa fenomena hujan es saat memasuki musim kemarau basah yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Dalam musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan. Meskipun wilayah Kalsel telah memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat selalu waspada dan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem seperti fenomena hujan es, hujan lebat dalam durasi singkat disertai kilat/petir dan angin kencang, hingga angin puting beliung,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Klas II Syamsudin Noor BMKG Kalsel Adhitya Prakoso di Banjarbaru, Kamis (11/7/2024).

Dia menyebutkan wilayah Indonesia secara geografis berada di wilayah tropis dan merupakan kepulauan yang dikelilingi lautan, sehingga suplai uap air yang merupakan bahan baku terbentuknya awan-awan hujan sangat melimpah. Karena itu, proses hujan khususnya yang bersifat lokal sangat mudah terjadi kapan saja dan tidak mengenal musim.

“Meskipun musim kemarau terjadi di sebagian wilayah Kalsel, namun tidak selalu menunjukkan kondisi iklim yang kering dan panas, karena keragaman iklim di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim, namun banyak faktor lain yang mempengaruhi keragaman iklim di Indonesia,” ujar Adhitya dikutip dari AntaraNews.

Di antara beberapa faktor itu, kata dia, yakni faktor global seperti fenomena El Nino/La Nina, faktor regional seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan suhu permukaan laut hangat di sekitar Indonesia, serta faktor lokal seperti adanya angin darat-angin laut.

Baca Juga :   DIRESMIKAN, Rimba Mart Jual Produk Hasil Hutan

Menurut Adhitya, terkait kondisi hujan yang terjadi di Kalsel, padahal sudah memasuki kemarau, ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama faktor regional. Pada beberapa hari terakhir dinamika atmosfer skala regional cukup signifikan di Kalsel.

Beberapa dinamika atmosfer itu, di antaranya terpantau aktivitas fenomena MJO, gelombang rossby ekuatorial, dan gelombang Kelvin yang merambat di sekitar wilayah Kalimantan.

Dia menjelaskan fenomena MJO adalah aktivitas dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah tropis, di mana terdapat pergerakan sistem awan hujan yang bergerak di sepanjang khatulistiwa, dari Samudera Hindia sebelah timur Afrika ke Samudera Pasifik dan melewati wilayah Benua Maritim Indonesia.

“Fenomena ini sifatnya temporal dan akan berulang setiap 30 hingga 60 hari di sepanjang wilayah khatulistiwa,” ujar Adhitya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
MOMENTUM Keluarga Besar Polresta Banjarmasin Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Rasulullah SAW
BMKG: 1.079 Hotspot Terdeteksi pada Kamis
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel
BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare
10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca