BMKG: Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga Lebaran 2024

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 00:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga Lebaran 2024. [CNNIndonesia/Adhi W]

Foto Ilustrasi. BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga Lebaran 2024. [CNNIndonesia/Adhi W]

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga Lebaran 2024.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan cuaca ekstrem itu diperkirakan akan terjadi pada 5 sampai 11 April 2024.

“Untuk cuaca ekstrim, kita prediksi tanggal 5 sampai 11 April, itu masih hujan sedang hingga lebat ya,” kata Guswanto di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, kutip CNNIndonesia, Senin (18/3/2024).

Guswanto mengungkapkan cuaca ekstrem itu terjadi karena terdapat aktivitas Maden Julian Oscillation, bibit siklon tropis serta Siklon Tropis Megan. Ia berharap cuaca di Indonesia segera membaik.

Menurutnya, BMKG telah mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna menanggulangi bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

“Saat ini sudah dilakukan teknologi modifikasi cuaca dan digalakkan dari teman-teman Kementerian PUPR untuk memperketat tanggul sungai supaya tidak jebol lagi,” kata Guswanto.

Baca Juga :   KPK INGATKAN Menteri-Wamen Wajib Lapor LHKPN!

“(Penggunaan TMC) kami siagakan saat ini, selesai dulu sampai tanggal 18 Maret, ya nanti kami mulai lagi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku telah memetakan kawasan rawan bencana dan kawasan rawan kecelakaan.

Menurutnya, upaya itu dilakukan untuk menyiapkan langkah penanganan bencana atau kecelakaan yang terjadi.

“Mana yang rawan longsor, mana yang tikungan tajam yang berbahaya, itu sudah kita lakukan termasuk data kecelakaan tahun lalu dan tahun sebelumnya, kita jadikan data dasar pertimbangan kita untuk lebih meningkatkan penanganan, pencegahan kemungkinan terjadi yang tidak kita harapkan,” ucap Muhadjir. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital
LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja
KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca