Bila Mal Praktek, Dewan Tunggu Laporan

Bila Mal Praktek,  Dewan Tunggu Laporan

Ilustrasi

Suarindonesia -“Bila ada pasien yang secara medis belum sembuh tapi dipaksa pulang tentu merupakan sebuah pelanggaran atau mal praktek bila mengakibatkan bertambah parahnya penderitaan pasien.

Kami mempersilahkan warga melaporkan kepada kami selaku pengawas jalannya pemerintahan dalam hal ini RSUD,’’ kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Syaifudinujar, Rabu (5/12).

Tindakan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin yang memulangkan pasien dalam kondisi kejang-kejang pasca operasi pstutu dipertanyakan.

Apalagi jika terjadi hal-hal lain terhadap pasien setelah dirawat, maka hal tersebut sebut bisa tergol mal praktek.

Dikatakan Lutfi, perlakukan terhadap pasien baik BPSJ maupun umum tidak boleh berbeda.

Diakui Lutfi, penanganan pasien tentu ada standar operasional yang harus menjadi pegangan, termasuk boleh tidaknya pasien dipulangkan.

“Pengobatan harus tuntas sesuai standar,’’ katanya.

Lutfi menambahkan, apabila tindakan doktor RSUD Ulin termasuk mal praktek maka akan ada sanksi hukum.

“Kami serahkan kepada pihak berwenang untuk menindak tegas,’’ paparnya.

Lutfi mengharapakan, seluruh rumah sakit milik pemerintah memberikan pelayanan maksimal sesuai standar kepada masyarakat tanpa melihat cara pembayaran. Sebab kesehatan merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Rumah sakit harus melayani pasien dengan hati bukan dengan ego,’’ pesannya.

Sebelumnya, seorang pasien yang masih sakit dipaksa pulang keluar dari kamar perawatan RSUD Ulin.

Hal ini dialami pasien bernama Halimatus (36), penderita tumor rectum.

Usai mengalami operasi di perutnya masih mengalami kesakitan. Seminggu pasca operasi perutnya tetap sakit.

Pihak keluarga pun coba koordinasi dan menunggu dokter Agung spesialis bedah bigesif yang mengoperasikannya.

Namun yang bersangkutan tak pernah lagi memeriksa pasien. Yang memeriksa hanya asisten. Tiba-tiba, Selasa (4/12) pasien disuruh pulang.

Padahal kondisi pasien masih kejang-kejang. Perawat dengan paksaan melepas infus dan peralatan medis lainnya.

“Tindakan rumah sakit ini sama saja membunuh pasien, masa orang belum pulih disuruh pulang,’’ ujar Samsir perwakilan keluarga pasien.(RW)

 

 181 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: