BERAKHIR RICUH Aksi Solidaritas Bela Uighur di Hong Kong

- Penulis

Minggu, 22 Desember 2019 - 23:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi anti huru-hara Hong Kong membubarkan aksi solidaritas untuk Uighur pada Minggu (22/12) yang berakhir ricuh setelah dimulai dengan damai. (AFP PHOTO / OZAN KOSE)

SuarIndonesia – Polisi anti huru-hara Hong Kong membubarkan aksi solidaritas untuk Uighur pada Minggu (22/12) yang berakhir ricuh setelah dimulai dengan damai.

Kericuhan terjadi setelah sebuah kelompok kecil dari peserta aksi memindahkan bendera China dari bangunan pemerintah dekat lokasi dan mencoba membakarnya.

Panitia aksi mencoba menghentikan aksi tersebut namun pihak polisi lebih dulu menembakkan gas air mata yang menimbulkan kemarahan lebih luas dari massa. Massa kemudian melempar barisan polisi dengan botol air mineral.

Salah satu petugas mengacungkan senjata ke arah massa, namun AFP melaporkan tidak ada peluru yang ditembakkan. Sejumlah peserta aksi kemudian diamankan oleh polisi.

Dukungan terhadap minoritas Muslim di Uighur telah menjadi bagian dari aksi pro-demokrasi di Hong Kong. Namun aksi pada Minggu (22/12) menjadi yang pertama kalinya didedikasikan untuk kasus Uighur.

Sekitar seribu orang berkumpul di lapangan terbuka dekat dengan pinggiran kota dan mendengarkan berbagai orasi yang mengingatkan penindasan atas Uighur oleh Partai Komunis China di Xinjiang bisa terjadi di Hong Kong.

Baca Juga :   OKNUM Anggota DPRD Tanbu, Kembali Dilaporkan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel

“Kita tidak akan melupakan mereka yang memiliki tujuan yang sama dengan kita, perjuangan kita untuk kebebasan dan demokrasi dan kemarahan terhadap Partai Komunis China,” kata salah satu orator yang disambut oleh peserta aksi.

Banyak peserta mengibarkan bendera “Turkestan Timur” yang secara umum digunakan oleh separatis Uighur di Xinjiang, lengkap dengan simbol bulan sabit putih berlatar biru.

Bukan hanya bendera Turkestan Timur, ada pula bendera Tibet, serta Taiwan. Ketiga daerah tersebut selama ini dikenal berusaha lepas dari China.

China mendapatkan sorotan internasional karena melakukan tindakan keras terhadap Uighur dan minoritas Muslim, setelah sejumlah serangan mematikan oleh para militan.

Beijing membantah keberadaan kamp Xinjiang yang disebut digunakan untuk menindas minoritas, namun kini China menyebut bahwa para minoritas tersebut berada dalam “pelatihan keterampilan” demi melawan terorisme. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah
PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh
PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG
KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Rabu, 22 April 2026 - 17:44

DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile

Selasa, 21 April 2026 - 21:37

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 April 2026 - 15:17

HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Berita Terbaru

Nasional

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

Minggu, 26 Apr 2026 - 00:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca