SuarIndonesia – Tahun 2021 silam, banyak bencana terjadi di Kalsel. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat, pada 2021 silam terdapat bencana karhutla. 3 satelit berbeda memantau titik panas atau hotspot. Masing-masing satelit punya pitensi berbeda.
Disebutkannya, pantauan satelit NOA terdapat 767 kasus karhutla, pantauan satelit SNPB 632 karhutla, dan berdasarkan satelit milik daerah 158 karhutla.
Diakuinya, pantauan satelit berbeda karena keakuratan alat masing-masing. Semua data tersebut dirangkum dan dilakukan penanganan atau tindakan.
“Seluruhnya karhutla di Kalsel jika diverifikasi terdapat 331 kasus kahutla per 30 November 2021.
Mengapa 30 November, karena batas akhir status siaga bencana karhutla di Kalsel. Jika ditotal, luas hutan dan lahan yang terbakar berjumlah 2.482 hektare,” katanya, Senin (3/1/2022).
Dari bencana banjir yang melanda 5 kabupaten di akhir Desember silam, sebanyak 20.526 fasilitas dan
58.573 jiwa tersampak. Lima kabupaten yang mengalami bencana di pengunjung tahun 2021 adalah Hulusungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong, Hulusungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Banjar.
Mujiyat, menjelaskan dampak bencana banjir selama 2021. Kabupaten Tabalong meliputi 3 kecamatan dan 7 desa/kelurahan, Balangan meliputi 7 kecamatan dan 9 desa/kelurahan, HST meliputi 11 kecamatan dan 67 desa, HSS meliputi 5 kecamatan dan 12 desa, dan HSU meliputi 10 kecamatan dan 165 desa.
“Khusus di HSU dampaknya luas karena luapan sungai juga sangat luas, tap8 kerugian baik material dan nonmaterial tidak terlalu signifikan karena cepat tertangani,” ujarnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















