SuarIndonesia – Gabungan aliansi BEM Se-Kalsel serta BEM Se wilayah Kalimantan Timur kembali “goyang” (berunjuk rasa) sejumlah isu depan Gedung DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat.
Mereka menyuarakan permasalahan isu-isu nasional hingga daerah Kalsel. Diantaranya tentang KUHP bermasalah, Perpanjangan masa jabatan kepala desa dan persoalan daerah seperti lingkungan dan pendidikan, Rabu (1/3/2023).
Bahkan, guyuran hujan tidak membuat pengunjuk rasa ini membubarkan diri, namun tetap bertahan untuk menyampaikan aspirasinya.

“Alhamdulilah hari ini, kita sudah tidak lagi bertanya-tanya atau mencari-cari wakil rakyat dimana, sudah ada yang menemui kita” kata Korwil BEM se-Kalsel, Yogi Imawan.
Yogi juga mengatakan aksi yang mereka lakukan sama halnya dengan aksi sebelumnya.
Selain soal itu, juga menuntut secepatnya, diantaranya penanganan longsornya jalan poros di Km 171 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, yang merupakan jalur utama dalam proses distribusi logistik bagi warga Kabupaten Tanah Bumbu.
“Adapun hasil hari ini, kita sudah berdiskusi, Ahamdulilah secara keseluruhan semua tuntutan kami diterima dan akan ditindak lanjuti DPRD Provinsi Kalsel,” ujarnya
Anggota DPRD Kalsel yang diwakili Muhammad Yani anggota Komisi II, Gt Abidinsyah anggota Komisi III dan Sekwan Muhammad Jaini yang menemui massa, untuk menerima aspirasi yang telah disampaikan, (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















